PUBLIK

Poktan Jakasuma Terapkan Zakat Padi

INFOTANAHLAUT.COM-Petani di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Jakasuma menerapkan membayar zakat dalam bentuk benih padi setelah panen padi. Pembayaran zakat padi tersebut sebanyak 10 persen dari total panen di dapat.
Ketua Poktan Jakasuma Mahyudin, Sabtu (9/3/2019) usai panen raya padi varietas Ciherang dan Situbagendit di Desa Telaga mengungkapkan,
Mahyudin menambahkan, sebelumnya bersama jajaran Poktan Jakasuka melakukan tasyakuran zakat petani, hal tersebut di rasakan petani terjadi peningkatan produksi padi setelah pola zakat padi dilakukan, dan melihat hal itu berkeinginan Poktan Jakasuma membentuk seksi khusus amal zakat padi.
Pada panen raya padi dilakukan langsung oleh bupati Tala H.Sukamta bersama Dandim 1009 Peliahari Letkol Infanteri Bagus Budi Adrianto, kepala Dinas Tanaman Pangam, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Ahmad Mustahdi, perwakilan dari Polres Tala serta stake holder terkait lainnya. Dalam produksi padi di dapat sebanyak 7,8 ton perhektarnya.
Ada 12 macam varietas padi yang di tanam warga setempat dan semua varitas tersebut dalam waktu dekat akan panen.
Dalam panen padi, bupati Tala menyaksikan langsung pengerjaan alat panen padi berupa Combain Hatvester 2 unit melakukan pemanenen padi. Usai panen di lanjutkan dengam temu lapang petani dan bupati Tala.
Kadistanholbun Tala Ahmad Mustahdi dalam temu lapang mengungkapkan, adanya program Haston yang memiliki arti Haji Airin Anton, dimana pola pengembangan dengan tanam rumpun anakan yang banyak, dengn umur yang tua, maka dengan pola tersebut untuk hindari serangan hama berupa keong emas.
“Program Haston di Desa Telaga ada 25 hektar dengan lahan cukup bagus. Ada juga bantuan jagung 55 hektar bisi 18 di Desa Telaga,”kata Mustahdi.
Mustahdi juga berpesan ke petani, selesai pakai alsintan setidaknya di cuci, karena dari pengalaman yang ada biasanya berlumpur dan ada kelompok tani yang habis pakai alsintan tapi tidak di cuci maka mengalami kemacetan, karena masih ada terganjal lumpur, termasuk oli mesin juga di perhatikan. Karena kini semua petani di Tala pakai alat semua, dari pengolahan tanah sampai panen.
Sementara itu bupati Tala H. Sukamta pada temu lapang dengan petani mengatakan, mumpung air masih ada, segera untuk olah lahan tanam ke 2.
“Tala 67 persen warganya bertani. Tahun 2015 lalu jalan usaha tani, embung, dan lainnya oleh Pemerintah Pusat telah di bantu sebesar Rp 83 milyar kepetani. Dan melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) tahun 2019 ini mendapar bantuan seluas 30.000 ha, bibit 80 kg, kapur 1 ton, pupuk 25 kg, pestisida 2 liter per ha dari Kementerian Pertanian RI.
“Namun jangan mengunggu bantuan dari pemAerintah, baru petani bekerja, semangat petani harus tetap ada ada atau tidak ada bantuan,”kata bupati Tala.
Bupati Tala menambahkan, begitu besar perhatian Pemerintah Pusat ke Tala, di daerah Jawa sendiri begitu sulit untuk bisa dapt bantuan. Untuk itulah, setiap tanam benih atau jagung di asuransikan Rp 36 ribu untuk asuransi padi, dan klaimnya sebesar Rp 6 jut jika gagal panen. Bandingkan dengan petani yang suka merokok sehari 1 bungkus Rp 20 ribu, kali 1 bulan Sudah Rp 600 ribu, sangat jauh perbandingannya yang hanya bayar premi Rp 36 ribu. Kemudian pada ternak sapi asuransi sebesar Rp 40 ribu, jika ternak mengalami kematian karena penyakit, maka klaimnya sebesar Rp 10 juta, masih bisa untuk beli sapi lagi. Semua itulah langkah Pemerintah untuk melindungi petani.
“sekarang sudah jarang petani menggarap lahan pakai peralatan tradisonal salah satunya seperti alat pertanian orang main golf, karena sekarang sudah serba tehnologi,”tutup bupati Tala.(Mul)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook