PUBLIK

Pol PP Bongkar Miras Disimpan Dalam Tanah

INFOTANAHLAUT.COM-Berbagai cara dilakukan agar minuman keras (Miras) dapat terjual,untuk itu penyimpanan pun harus dilakukan oleh si penjua dengan berbagai cara,salah satunya dengan di simpan di dalam tanah. Hal itu dilakukan agar miras tidak di ketahui petugas, namun sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga.
Rabu (29/08/2018) sekitar pukul 16.30 wita,20 orang personil Sat Pol PP dan Damkar Tala berhasil membongkar miras yang di simpan di dalam tanah oleh pemilik warung minum yang berada di Desa Jilatan Alur Kecamatan Batu Ampar. Penyimpanan miras di dalam tanah hanya berjarak kurang lebih 20 meter di halaman belakang warung. Miras-miras yang di simpan dalam tanah itupun satu per satu di bungkus dengan kantong plastik dengan harapan tidak kotor oleh tanah. Sebelum menggali tanah untuk penyimpanan miras,anggota Sat Pol PP pun menggeledah sejumlah tempat di warung. Bahkan ada miras yang di sembunyikan di bawah meja warung dengan memberikan tempat khusus.
Ada 3 buah warung yang menjadi target Sat Pol PP dan Damkar dalam operasi tersebut. Dari ke 3 warung tersebut,ada 1 warung yang kedapatan menjual miras berikut ada dugaan praktek prostitusinya.
Dari hasil operasi miras serta praktek prostitusi yang di gencarkan Sat Pol PP dan Damkar,2 wanita bernama Rere Nengsih pemilik warung yang menjual miras di gelandang ke Kantor Sat Pol PP dan Damkar dan Auril Karolina yang di duga akan melakukan praktek prostisuti.
Tercatat ada sebanyak 34 buah botol miras jenis New Port Revolution,New Port Pasion Blue sebanyak 1 botol,Mc Donald Anggur Merah sebanyak 35 botol dan Mansion Whisky 32 botol yang di sita Sat Pol PP dan Damkar.
Sekretaris Sat Pol PP dan Damkar Tala Farid mengatakan,operasi di jalankan seperti mana biasa yakni Penyakit Masyarakat (Pekat). Informasi awal dari anggota yang melakukan pengawasan di daerah tersebut memang ada 3 buah warung yang di mencurigakan,dan hasilnya setelah dilakukan operasi di dapat 1 warung yang positif menjual miras serta dugaan praktek prostutusi.
“Untuk penjualan miras memang di akhir tahun 2017 lalu mengalami penurunan, namun kini mulai marak kembali,untuk itulah operasi tehadap peredaran miras ini akan terus di gencarkan di sejumlah wilayah kecamatan lainnya,disamping meminta kepada masyarakat jika ada kegiatan-kegiatan di sebuah tempat yang terindikasi ada menyediakan miras untuk bisa kiranya melaporkan ke Sat Pol PP dan Damkar Tala,”kata Fariz.
Sementara itu pemilik warung Rere Nengseh mengaku tidak lama menjual miras-miras tersebut. Polanya ia mentransfer sejumlah uang dan ada yang mengantar miras. Miras pun di pesan sesuai dengan keinginan pembeli yang rata-rata para supir truk,dan miras di datangkan dari Banjarmasin.
Di tempat yang sama,Auril Karolina salah seorang perempuan yang di duga penyedia jasa prostitusi mengaku kalau keberadaanya di warung milik Rere Nengseh hanya sifatnya membantu saja.
Kadang paling lama 2 hari ikut membantu, dan tidak bekerja di warung karena tempat menetap di daerah Sumpol Kabupaten Tanah Bumbu,ikut membantu saja di warung Rere Nengseh baru 1 bulan ini dan tidak menetap di warung,ucapnya.
Terhadap kepemilikan miras tersebut melanggar Perda nomor 7 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan sanksi kepada pemilik miras di berikan tindak pidana ringan (Tipiring).Tung

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook