KECELAKAAN PUBLIK

Polisi Dan Pol PP Tertibkan Pondok Tambang Emas Ilegal

Polres Tanah Laut bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja, Rabu (11/1) turun langsung ke lokasi perkebunan karet milik PT.Brigestone di Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang, dan di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin. Dalam giat gabungan tersebut Sat Pol PP yang di back up Polres Tanah Laut melakukan penertiban terhadap sejumlah pondok-pondok yang di gunakan para penambang emas galian dalam tanah.

Sebelum menuju lokasi, Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan memberikan arahan di kantor Polres Tala kepada personil yang akan terjun ke lokasi tambang emas illegal.

Pihak Polres Tala menurunkan sebanyak 102 personil, sementara dari pihak Sat Pol PP menurunkan sebanyak 14 personil.

Di lokasi penambangan emas illegal tersebut, terdapat puluhan pondok yang rata-rata beratapkan terpal. Layaknya sebuah perkampungan, dilokasi juga lengkap dengan sarana warung bagi para penambang emas serta sarana penerangan listrik berupa genset, namun saat operasi genset tidak berada di tempat, hanya sejumlah peralatan rumah tangga seperti kompor gas, tabung gas, tikar dan alat memasak lainnya.

Saat operasi berlangsung, tidak ada aktivitas penambangan emas, karena sebelumnya oleh pihak Polres Tala terlebih dahulu telah melakukan himbauan untuk tidak melakukan penambangan emas.

Operasi penertiban tambang emas illegal yang di pimpin oleh Kabag Ops Polres Tala Kompol Wahyu Hidayat, juga turut melibatkan 3 Kapolsek yakni Kapolsek Pelaihari Kota Iptu Matnur, Kapolsek Bati-Bati Iptu Rizky Fernandez, dan Kapolsek Tambang Ulang Iptu Supian Noor, serta Kasat Binmas Polres TalaAkp Riswiadi.

Tanpa piker panjang Sat Pol PP melakukan pembongkaran terhadap sejumlah pondok, dan sebagian di musnahkan dengan di bakar.

Barang-barang yang terdapat di lokasi pondok selanjutnya di sita oleh unit Reskrim Polres Tala yang langsung di bawah komando Kasat Reskrim Akp Ade Papa Rihi.

Operasi penertiban terhadap pondok tambang emas illegal berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu berjalan lancar.

Sejumlah anggota Reskrim Polres Tala bahkan membawa sampel beberapa barang bukti adanya aktivitas penambangan emas illegal seperti selang, alat pemutar dari galian tanah, kabel, terpal dan yang lain-lain untuk selanjutnya di proses secara hukum.

Tidak semata hanya melakukan penertiban terhadap pondok-pondok bagi pekerja tambang emas illegal, Unit Reskrim Polres Tala juga melakukan pengecekan ke tromol (alat pemisah tanah dan emas) yang berada di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, dan memasang police line di salah satu tromol guna proses hukum.

Kabag Ops Polres Tala Kompol Wahyu Hidayat di lokasi pondok pekerja tambang emas illegal mengatakan, berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa kegiatan penambangan emas itu cukup merusak lingkungan, dan penertiban kepada pondok-pondok sebagai upaya refresip yakni penindakan kepada para penambang emas liar, dimana sebelumnya sudah dilakukan kegitaan prepentif dan preemtif.

“aktivitas tambang emas illegal ini memang sudah lama, dan sudah berulang-ulang di berikan peringtan, namun masih belum di respon, makanya sudah saatnya dilakukan penertiban dengan langsung turun kelapangan bersama personil terkait,” kata Wahyu.

Pasca penertiban tambang emas illegal, dilakukan patroli secara rutin oleh Polsek Tambang Ulang, Bati-Bati dan Pelaihari kota.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tala Akp Ade Papa Rihi mengatakan, setelah dilakukan pemasangan police line di tempat tromol, maka selanjutnya dilakukan pemanggilan kepada pemilik tromol, padahal hari itu juga pemilik coba di datangi kerumah oleh Kapolsek Tambang Ulang, namun yang bersangkutan tidak berada di rumahnya, maka dengan memanggil ketua Rt setempat dan beberapa warga kita minta menyaksikan pemasangan police line.

Dari tempat tromol itu Reskrim juga menyita sampel beberapa buah tong tromol guna proses hukum.

“untuk proses hukumnya kita akan juga akan panggil kepala desa, bahkan sampai Camat, karena aktivitas di siutu sudah cukup lama, dan pasti hal ini bukan rahasia umum, dan pastinya di ketahui para pejabat-pejabat berwenang di desa setempat, dan pada prinsipnya Polisi melakukan penindakan atas adanya kerusakan lingkungan akibat tambang emas illegal itu, dan tetap menggunakan UU Minerba untuk lokasi pondok, dan untuk tromol selain terkait UU Minerba juga menggunakan UU Lingkungan Hidup, karena memang banyak penggunaan bahan-bahan kimia yang imbasnya merusak lingkungan, dan dilakukan kembali pengecekan terhadap lingkungan sekitar lokasi tromol,” jelas Ade.

Sulitnya medan menuju lokasi tambang emas illegal membuat seluruh personil yang terlibat harus ekstra hati-hati mengendalikan mobil, pasalnya jalan yang di lewati cukup becek. Bahkan saat operasi selesai dilakukan, beberapa mobil dari Polres Tala pun terjebak dalam kubangan becek hingga amblas, dan terpaksa harus di dorong serta di tarik dengan mobil lainnya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook