KECELAKAAN

Polisi Ringkus Pencuri Aki Truk Dan Batrei Tower Hp

INFOTANAHLAUT.COM- Polsek Kintap dan Polsek Panyipatan telah berhasil mengamankan barang bukti curian bernilai jutaan rupiah berikut para pelakunya. Dari hasil operasi yang dilakukan, ada 8 buah baterai untuk tower Hp, dimana 1 buah baterai tersebut harganya di pekirakan Rp 75 juta, yang TKPnya di wilayah Kecamatan Panyipatan. Di amankan pula aki truk ukuran besar sebanyak 4 buah, dan 11 buah aki ukuran kecil yang di ambil dari perusahaan di wilayah Kecamatan Kintap.

Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Rabu (18/10) di dampingi Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi dan Kapolsek Kintap AKP Bayu Putro di Polres Tala mengatakan, pencurian aki truk di PT. RPM di Kecamatan Kintap pelakunya ada 4 orang, dan berhasil di amankan 3 orang A,R,dan M kesemuanya warga Desa Kintapura Kecamatan Kintap, sementara pelaku satunya atas nama U masih dalam pengejaran.

Modusnya terang Kapolres, pada saat truk parkir di garasi perusahaan, maka para pelaku melepas akinya. Masing-masing pelaku ada tugas, ada yang sebagai pengawas, melepas dan mengumpulkan aki ke penadah untuk di jual dengan harga Rp 1 juta per aki, dan hasil penjualan aki pun mereka bagi 4 orang.

“Sementara memang hanya murni untuk mereka jual, dan tidak ada sindikat jaringan penadah aki-aki truk ini,” kata Kapolres.

Para pelaku pencuri aki ini di kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu pelaku A dalam penuturannya yang tugasnya mengumpulkan aki mengatakan, bahwa baru sekali ini melakukannya, dan uang hasil jualan aki hanya untuk belanja keperluan di rumah sehari-hari, termasuk untuk biaya adik sekolah.

“akinya di jual ke penjual besi rongsokan,” katanya.

Kerugian perusahaan terhadap aki-aki yang di curi tersebut mencapai belasan juta rupiah.

Sementara itu pelaku pencurian baterai untuk tower Hp di wilayah Polsek Panyipatan telah berhasil mengamankan satu orang pelaku atas nama U, dan 2 pelaku lainnya R dan T dalam pengejaran.

Aksi pencurian baterai tower Hp ini terang Kapolres Tala di dampingi Kapolsek Panyipatan IPTU Sidik Prayitno, berawal adanya anggota Polsek Panyipatan Brigadir Aulia yang mendapat laporan dari warga bahwa alarm di tower  Hp yang berada di Desa Batu Mulya berbunyi, sekitar pukul 23.00 wita di penghujung bulan September lalu, bunyi alaram itu menandakan telah terjadinya kehilangan barang di dalam kawasan tower Hp. Polisi yang mendapat laporan segera bergerak, dan di dekat TKP ada sebuah mobil avanza warna putih yang mencurigakan, setelah di cros cek lebih dekak mobil tersebut kabur. Dalam aksi kaburnya mobil pun tidak tahu kondisi medan saat melintas di Desa Bumi Asih, mobil mengalami slip dan menabrak sebuah pohon.

Benar saja, di dalam mobil tersebut ada pelaku, namun dapat melarikan diri pelakunya.

Ada sebuah Hp yang tertinggal di dalam mobil, dan setelah di hubungi ke salah satu nomor yang ada, dan di pancing lewat sms, maka usaha itu berhasil setelah polisi juga menggunakan mobil yang sama. Pelaku J pun berhasil di tangkap karena sempat kabur, polisi berinisitaif menggunakan mobil yang sama, maka pelaku percaya dengan sms dari hp yang tertinggal dalam mobil. J pun mendatangi mobil dan langsung di tangkap. Barang bukti 8 buah baterai tower Hp yang di kalkulasi seharga Rp 150 juta.

Sementara pelaku R dan U rekan J masih dalam pengejaran.

Barang bukti yang di amankan dari aksi pencurian batrei Hp ini berupa 1 unit mobil rental avanza veloz warna putih DA 1673 AQ milik Yuniar Novita Sari warga jalan Gatot Subroto Komplek A Yani II nomor 22 Rt 24 Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, satu set kunci pas, 1 gunting kabel besar, 1 pahat gagang kayu, 1 tang, 1 linggis, 1 cap stempel bentuk kotak warna hitam bertuliskan PT. Windu Nafa Indu Lestari, 1 karung plastik, 1 buku nota, dan 1 tas berisi beras dan cabe.

Pelaku J mengaku, yang mengajari cara mengambil batrei tower Hp itu adalah U yang kabur, dan mobil urusan R yang menyewanya, masalah menjual batrei tersebut tidak tahu kemana, karena hanya sebatas tenaga mengangkatnya saja, dan baru kali ini melakukan hal tersebut. J pun di jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (RC 113 TALA)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook