DUNIA USAHA

Pom Mini Topang Ekonomi Kerakyatan

INFOTANAHLAUT.COM-Keberadaan Pom Bahan Bakar Minyak (BBM) Mini di yakini sebagai penopang ekonomi kerakyatan dalam hal pemenuhan kebutuhan BBM yang bertujuan melayani masyarakat yang jauh aksesnya menuju Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah kecamatan maupun kota.
Bagi pengelola Pom Mini di Kabupaten Tanah Laut kini memiliki wadah yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pom Mini Indonesia (APPMI). Minggu (28/4/2019). APPMI untuk cabang Kabupaten Tanah Laut pun di lantik oleh DPW APPMI provinsi Kalsel.
Suyitno ketum DPW APPMI Kalsel melantik pimpinan DPC APPMI Tanah Laut kepada Siswanto sebagai ketua DPC APPMI Tanah Laut periode 2019-2021, bertempat di kediaman ketua DPC APPMI Tala di Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang.
Ketum DPW APPMI Kalsel Suyitno pada pidatonya meminta kepada DPC APPMI Tala untuk mengembangkan Pom Mini di wilayahnya.
“Menbangun ekonomi masyarakat setempat dengan mempermudah masyarakat dalam hal kebutuhan BBM bagi kendaraan warga yang mungkin akses untuk ke SPBU sangat jauh. Di tekankan untuk harga BBM ke masyarakat jangan tertalu melambung, perhatikan warga yang bisa menjangkau harga, dan tidak lepas pentingnya koordinasi dengan aparat kecamatan baik Polsek, Ranmil, serta kepala desa, serta instansi terkait lainnya dalam rangka pengendalian harga, dan Pom Mini akan terus di kembangkan di seluruh wilayah Kalsel yang sekarang ini keanggotaan Pom Mini di bawah naungan APPMI sebanyak 300 an,”ucap Suyitno.
Ia menambahkan, bekerja dengan tetap memperhatikan UU Migas. Aliansi menjamin produk mesin Pom Mini tapi bukan pada angkutan BBMnya. Hadirnya DPC APPMI berharap bisa membuka hati kepada intansi terkait agar melakukan pembinaan dan mengakui asosiasi sebagai penggerak perekonomian di tingkat kecamatan dan desa.
Sementara itu Siswanto ketua DPC APPMI Tala yang juga pemilik Pom Mini usai di lantik mengatakan, kebutuhan akan BBM bagi masyarakat Desa Martadah alhamdulillah bisa teratasi dan sebelum ada Pom Mini warga membeli BBM menggunakan tanki isi 2 sampai 5 liter.
“Dalam perhari kebutuhan baik jenis premium maupun pertalite dan solar kurang lebih 500 liter, namun yang dominan kebutuhan jenis premium dalam sehari bisa mencapai 200 liter per harinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara menyangkut harha juga sesuai standar, di samping di Pom Mini warga mau beli BBM mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 10.000 bisa di layani,” kata Siswanto.
Pom Mini milik Siswanto sendiri melayani BBM jenis premiun, Pertalite, Pertamax dan Solar.
Ahmad salah seorang warga dari Desa Kait-Kait Kecamatan Bati-Bati selaku konsumen BBM jenis solar untuk dump truknya yang mengangkuta material batu gunung menuturkan, hadirnya Pom Mini cukup terbantu, karena di saat-saat solar kritis maka mengisi di Pom Mini.
“Kalau sudah ke SPBU jelas di isi penuh, tapi di Pom Mini di isi secukupnya saja,”tutup Ahmad.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook