POLRES TALA

Preemtif Tidak Pernah Berhenti

INFOTANAHLAUT.COM- Kecelakaan lalu lintas di jalan raya kerap kali menjadi hal yang menakutkan bagi siapa saja. Faktor kelalaian bagi pengendara acap kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Upaya bagi jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tala, berupa kegiatan preemtif tidak pernah berhenti dilakukan dalam rangka menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Kasat lantas Polres Tala Akp Lalu Ryan Aditya, Rabun(14/8) mengatakan, Ddari segi preemtif tidak berhenti, himbauan lewat medsos, spanduk, dan tiap hari anggota dari pagi patroli siang dan malam, terutama di daerah yang rawan kecelakaan tnggi.
“Selain pemberian hukuman berupa tilang, baik razia di dalam wilayah maupun di daerah perbatasan tetap dilakukan. Kecelakaan awal mulanya berawal dari pengguna jalan raya itu sendiri, yang kadang lalai dengan kondisi sebuah medan,”terang Lalu Ryan.
Ia menambahkan, diakui minimnya penerangan jalan, dan hal tersebut sudah di sampaikan ketika rapat bersama intansi terkait Pemkab Tanah Laut, minimnya pula marka jalan (Garis putus-putus), rambu-rambu lalu lintas yang juga kurang, termasuk kondisi jalan kabupaten yang rusak juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.
Saat di singgung adanya kemacetan yang cukup memanjang di wilayah Desa Ambungan atau di sungai Bamban karena ada pengerjaan jembatan, dan menjadi keluhan pengguna jalan.
Menurut Kasat Lantas, jembatan sungai Bamban yang di kerjakan di jalan nasional tersebut memang tidak ada kewenangan bagi Pemkab Tala, Pemkab Tala hanya sebatas berikan jalan saran untuk jalan alternatif. Kontur jalan yang cukup panjang.
“Melihat pada pengerjaan jembatan tersebut, caranya yang kurang pas, walau hal itu positif. Satlantas Polres Tala dalam setiap harinya selalu memasang 2 orang petugas di sana. Terjadinya kemacetan sudah barang tentu dengan kondisi jembatan sekarang. Idealnya ada 2 buah jembatan darurat. Dan kini inisiatif melalui japan perkebujan kelapa sawit PTPN 13, dimana kendaraan dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari, maka di siapkan jalan alternatif agar kemacetan berkurang,”paparnya.
Kemacetan arus lalu lintas di jembatan tersebut biasanya terjadi sekitar pukul 19.00 wita hingga sampai ke pukul 20.00 wita.
“Bisa saja buka tutup, tapi potensi kemacetan akan panjang. Satlantas bahkan memasang anggotanya selama 24 jam,”ungkap Ryan pula.
Pengerjaan perbaikan jembatan tersebut di prediksi sampai bulan Desember 2019 untuk target penrampungan, dan dengan alokasi danana mencapai Rp 5 milliar. Dimana proyek jembatan sendiri dari anggaran Pemerintah Pusat.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook