PUBLIK

Program BNPB Sekolah Laut Disosialisasikan

INFOTANAHLAUT.COM-Geografis perairan di Kabupaten Tanah Laut, utamanya di pantai Swarangan di Kecamatan Jorong di nilai rawan akan bencana gelombang air laut pasang, masyarakat setempat yang berada dalam kawasan pesisir di harapkan dapat mendeteksi adanya ancaman gelombang pasang. Sejalan dengan hal itu, di motori oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut menindak lanjuti adanya program Sekolah Laut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maka perlunya di bentuk Sekolah Laut. Program pendidikan non formal tersebut telah di terapkan di beberapa daerah di Indonesia.
Dari 136 kabupaten se Indonesia di ambil 3 kabupaten yang di pilih yakni Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Bengkulu dan Kabupaten Lhokseumawe Aceh yang mendapat program Sekolah Laut tahun 2108 ini.
Untuk memulai terbentuknya Sekolah Laut, Kamis (4/10/20 kemarin dilakukan sosialisasi terlebih dahulu atas program tersebut. Sosialisasi di ikuti 50 peserta, utamanya bagi warga yang berada di Desa Swarangan, Tagana, Relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala dan yang lainnya.
Sosialisasi Sekolah Laut melibatkan BPBD Tanah Laut, fasilitator daerah Sekolah Laut, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan Rakyat, kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bertindak sebagai nara sumber yang terkait program Sekolah Laut.
Apa itu Sekolah Laut ?
Hal tersebut yakni adanya sebuah gerakan untuk pengurangan resiko bencana berbasis komunitas. Jika sekolah berarti kegiatan, namun dalam arti formal seperti pada umumnya, tetapi lebih mengedepankan suatu gerakan aksi komunitas yang ada dalam hal pengelolaan ekosistem di daerahnya.
Di jelaskan Plt BPBD Tala Suriansyah, ST latar belakang di bentuknya Sekolah Laut melihat pada kondisi masyarakat pesisir utamanya di Kecamatan Jorong Desa Swarangan yang di nilai berada di daerah rawan bencana, ancaman gelombang ektrem masih mengancam. Sekolah Laut adalah untuk mengurangi kondisi pesisir Tala yang masih rawan akan bencana.
Tujuannya kata Suriansyah pula, untuk meningkatkan kesadaran membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, dan gotong royong yang baik sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan resiko bencana di daerah pesisir. Untuk itu di perlukan adanya keterlibatan dan partisipasi masyarakat dan semua pihak khususnya dalam menangani bencana.
Sekolah Laut sendiri mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi resiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup. Hal tersebut perlu melatih dan membekali masyarakat pesisir sehingga menumbuhkan komitmen dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber yang ada di wilayahnya.
Sekolah Laut yang terbentuk satu komunitas yang mampu menciptakan satu jaringan komunikasi pesisir sebagai bagian dari pengkaderan dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan resiko bencana.
Kabupaten Tanah Laut tahun ini dalam rangka untuk membentuk Sekolah Laut mendapatkan dana sebesar Rp 266 juta, dan lokasi yang di pilih yakni Desa Swarangan Kecamatan Jorong. Awalnya di Kecamatan Takisung, akan tetapi Desa Swarangan di nilai masih rawan abrasi pantai. Terbentuknya Sekolah Laut sendiri di pastikan pada bulan November 2018.
Setelah terbentuk atau selesainya Sekolah Laut, maka puncaknya di rencanakan apel 1.000 orang relawan di pantai Swarangan Kecamatan Jorong.Tung

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook