PUBLIK

Proyek RSUD Butuh Suntikan Rp 100 Milyar Lagi

INFOTANAHLAUT.COM-Rumah sakit H.Boejasin Pelaihari yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah Kelurahan Sarang Halang saat Ground Breaking era bupati Bambang Alamsyah di tahun 2016 lalu, kabarnya kini masih harus di suntikan dana kembali berkisar Rp 100 milyar guna kesempurnaan operasionalnya, karena gedung rumah sakit H.Boejasin dengan 7 lantai tersebut, masih di rampungkan penyelesaiannya.
Direktur RSUD H.Boejasin dr.Hj.Isna Farida, Selasa (21/8) mengutarakan, masa pemeliharaan memang telah berakhir, dan akan di serahkan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) utamanya tentang rancangan Final Hand Over (FHO), dan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) hanya membayarakan apa yang harus wajib di bayar.
Farida menjelaskan, tidak serta merta langsung bayar, hasil diskusi sebagai penerima hasil. Ijin ke Pemkab Tala untuk bayar FHO. Pengembang dari pihak PT. PP menyerahkan ke Pemkab Tala, tapi sebelum di bayar cros cek terlebih dulu dengan membentuk tim yang melibatkan unsur perguruan tinggi.
“Yang di bayar jelas yang sesuai dengan kontrak, bukan melihat kepada sesuai pada bangunan,”jelasnya.
Pembayaran FHO pun berani di bayarkan berdasarkan pesetujuan BPK, TP4D, PPK dan ijin dari Pemkab Tala, itu pun di konsultasikan kembali, betulkah bangunan itu sesuai dengan kontrak, pendek kata perlu Rp 100 miliar lagi untuk bisa di fungsikan.
Lebih lanjut Farida menambahkan, ada beberapa item lagi untuk di fungusikan. FHO pun tidak bisa di bayar dalam waktu dekat, tapi di cros cek oleh tim tehnis betul apa tidak sesuai kontrak.
Pembangunan rumah sakit H.Boejasin yang baru juga di warnai dengan masalah akses jalan masuk, dan sekarang masih dalam proses. Tahapan masih negosiasi karena belum ada deal harga pembebesan lahan untuk jalan. Anggaran pembebasan lahan sendiri di siapkan sebesar Rp 2,5 milyar.
Farida lebih lanjut mengungkapkan, penggunaan RSU H.Boejasain Pelaihari pada planning awal poliklinik saja, tapi hasil diskusi juga ada IGD, rawat inap untuk pasian baru, rawat jalan, pelayanan penunjang, di RSUD H.Boejasin yang lama adalah bagi pasien yang sudah terlanjur di rawat. Peralatan kesehatan pun sudah siap.
“Memang ada beberapa fisik yang belum bisa di pakai. Sudah di cek secara nyata, untuk memfungsikan sebagai rumah sakit memang belum siap betul. Dari sisi safety masih belum mendukung, termasuk jalan parkir dan mecanical elektrik, sementara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan genset tahun ini masih dalam proses,”jelas Farida.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook