PUBLIK

Pulang Sekolah, 2 Bocah Perempuan Hanyut Terseret Banjir

INFOTANAHLAUT.COM- Hujan lebat yang turun pada Jum’at (25/8) pagi membawa cerita sedih bagi masyarakat di Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar. Akibat hujan yang turun dengan derasnya itu, dua orang yang masih di bawah umur usai pulang sekolah yakni Naima (11) yang tinggal di Camp PT.Gawi Makmur Kalimantan (GMK) sebuah perusahaan kelapa sawit yang berada di Desa Damit Hulu dan temanya Septia Ramadani (9) keduanya terhanyut saat pulang dari sekolah, Jum’at (25/8) sekitar pukul 09.00 wita, hingga akhirnya kedua nyawa bocah itu tidak bisa tertolong karena mengalami lemas. Kedua bocah itupun di temukan masih mengenakan seragam sekolah, dan lokasi di temukannya kedua bocah itu tidak jauh dari sekolahnya di Sekolah Dasar Swasta (SDS) Gunung Tunggal Rt 6 Desa Damit Hulu.
Informasi yang di himpun menyebutkan, di Desa Damit Hulu memang tengah mengalami banjir dan air meluap dari sebuah sungai setempat hingga melubr ke perkebuan kelapa sawit milik PT.GMK.
Sebelumnya masyarakat setempat memberikan himbauan agar jangan membolehkan anak-anak untuk bermain di luar rumah lantaran kondisi masih banjir.
Pencarian terhadap kedua bocah ini pun dilakukan masyarakat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, TNI AD dan anggota dari Polsek Batu Ampar, dan pencarian berlangsung sekitar 1 jam .
Kepala BPBD Tala M Noor di konfirmasi kemarin mengatakan, 1 jam setelah di temukannya kedua bocah itu posisinya terdampar di genangan banjir.
“keduanya saat di temukan memang masih dalam kondisi hidup, namun lemas. Akan tetapi salah satu korban pada akhirnya meninggal karena barangkali faktor lemas yang ia alami, dan banjir tersebut hanya bersifat banjir lewat atau banjir dadakan,”jelas M.Noor.
Ia menambahkan, dalam pencarian korban tidak harus menggunakan perahu karet, namun dilakukan penyisiran di sejumlah titik korban di perkirakan terseret banjir, kendati akses dilokasi cukup sulit.
Kedua korban pun langsung sementara di evakuasi ke salah satu rumah Tanti salah seorang bidan di Desa Damit Hulu, namun akhirnya di bawa ke Puskesmas di Kecamatan Jorong karena lebih dekat dari lokasi kejadian.
Pihak keluarga korban sendiri enggan untuk dilakukan otopsi, dan sore itu juga kedua bocah itu langsung di bawa pihak keluarganya masing-masing.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook