PUBLIK

Puskeskos Bantah Bansos Terencana Lansia Ada Pemotongan

INFOTANAHLAUT.COM-Program Bansos Terencana dari dari Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut kepada warga lanjut usia (Lansia) sebesar Rp 3.600.000 per orang lansia selama 1 tahun sudah berjalan, bahkan saat penyerahan dana di beberapa desa dan beberapa kecamatan di serahkan langsung oleh era bupati Tala Bambang Alamsyah hingga bupati Tala H.Sukamta. Kabarnya, di duga ada terjadi pemotongan mencapai Rp 720.000 per orang dari lansia si penerima dana tersebut, khususnya di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar.
Sumber dana Bantuan Terencana tersebut melalui usulan awal di APBD Kabupaten Tanah Laut tahun 2017 namun dapat terealisasi pada APBD 2018. Fantastis memang jumlah dugaan pemotongan tersebut jika Rp 720.000 di kalikan 37 orang lansia penerima Bansos Terencana di Desa Gunung Melati tersebut.
Terhadap dugaan pemotongan dana sebesar itu pun di bantah keras oleh Djupriyono selaku ketua Pusat Kesejahteraan Masyarakat (Puskesos) Desa Gunung Melati, karena melalui Puskesos inilah yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Sosial di Desa Gunung Melati dan juga sebagai pendamping warga yang berhak menerima bantuan dana itu.
Di jelaskan Djupriyono, saat di konfirmasi di Desa Gunung Melati, baru-baru tadi itu bukanlah pemotongan dana yang lansia terima, akan tetapi semua berdasarkan keinginan dari para penerima dana agar di sisihkan untuk keperluan membeli obat-obatan, mengingat di usia lansia acap kali penyakit yang di derita bermacam-macam.
“penyisihan dana sebesar Rp 720.000 juga melalui rapat dan kesepakatan bersama yang di tuangkan secara tertulis di atas materai Rp 6.000, dimana selain di gunakan untuk keperluan pembelian sembako bagi lansia, maka sebagian untuk beli obat,”jelasnya seraya memperlihatkan hasil kesepakatan penyisihan dana tersebut berikut tanda tangan lansia penerima dana Bantuan Terencana.
Ia menambahkan, jadi sangat tidak benar kalau ada di katakan pemotongan dana dan kerja personil Puskesos sendiri murni semata sosial untuk masyarakat, tidak ada satu rupiah pun di bayar apalagi memotong dan itu merupakan sebuah fitnah.
Sementara itu kepala Desa Gunung Melati Pujianto juga menjelaskan, bukannya pemotongan, karena para lansia banyak yang sakit-sakitan dengan beragam keluhan kesehatan di usia mereka yang sudah tua, maka di sisihkan untuk membeli obat-obatan.
“Apa yang menjadi keinginan masyarakat di fasilitasi, dan itu pun ada kesepakatan dalam sebuah rapat bersama, yang juga di dampingi pihak keluarga lansia agar transparan. Jadi uang sebesar Rp 720.000 bukan di katakan pemotongan dari Rp 3.6000.000 atau mungkin di katakan selisih, tap itu untuk beli obat,”kata Kades.
Kades menambahkan, Pesepsi di masyarakat yang mungkin salah mengartikan atas kabar tersebut. Bahkan seperti halnya Puskesos banyak berperan dalam mendampingi lansia contohnya pengurusan E KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), mulai perekaman E KTP, pengisian data Kartu Keluarga (KK) hingga sampai proses membuka rekening di bank, para lansia jelaslah butuh pendampingan.
Untuk Desa Gunung Melati sendiri usualan awal sebanyak 46 lansia, namun yang bisa lolos ada 37 orang hal itu sebagian ada yang sudah pindah dan ada yang sudah meninggal dunia.
Sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) terhadap Bantuan Terencana tersebut berupa barang untuk memenuhi kebutuhan dasar biaya hidup pokok dalam 1 tahun. Kriteria bagi peneriman Bansos Terencanan sendiri salah satunya berusia di atas 65 tahun.
Se Kabupaten Tanah Laut sendiri ada sebanyak 146 orang lansia yang menerima Bantuan Terencana tersebut, dan tiap desa berbeda-beda tergantung usulan yang di ajukan.Tung

4
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook