PUBLIK

Radio, Tak Akan Bisa Dilenyapkan Dari Bumi

INFOTANAHLAUT.COM- Radio, sebagai sebuah media eletronik yang menyampaikan informasi maupun hiburan di tuntut untuk bisa memberikan sajian yang terbaik bagi para pendengarnya.
Sejalan dengan hal itu, Kamis (1/2) segenap kru Radio Siaran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut Tuntung Pandang FM bersama Asisiten III bidang administrasi dan umum Noor Tumai Irian Bari yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Bappeda Tala yang menggantikan posisi Ahmad Nizar lantaran maju sebagai calon wakil bupati Tala bersama Bambang Alamsyah, dan Indah selaku Kabag Tapem yang juga di percayakan menjabat sebagai Plt Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tala, melakukan urun rembuk di aula Barakat lantai 2 Setda Tala.
Pada urun rembuk tersebut Noor Tumai mengatakan, yang namanya radio ini tidak bisa di lenyapkan dari muka bumi, karena saat sekarang orang sambil menyetir mobil sekian persennya pasti mendengarkan radio.
Mengenai radio milik Pemkab Tala, ada pemikiran tentang program di radio yakni “Jaring Asmara” atau memiliki arti Jaring Aspirasi Masyarakat.
Di jelaskannya, seperti adanya aspirasi yang muncul seumpama kerusakan jalan, maka pendengar bisa menyampaikannya langsung ke radio, hal ini jauh lebih manis dari pada harus mengunggahnya ke medsos. Namun bukan lantas Pemkab Tala anti dengan aspirasi atau kritikan, namun kebiasaan melalui medsos itu penyampaian kalimatnya kurang nyaman di baca atau kasar, lewat penyampaian ke radiolah bisa lebih santun.
Dalam rangka untuk peningkatan mutu siaran, apalagi sebagai radionya pemerintah daerah, maka sekecil apapun perlu ada sinergitas atau link dengan siapapun terkait informasi pembangunan Kabupaten Tanah Laut, termasuk Rancangan Pembangunan Daerah jangka pendek, menengah dan panjang Tala yang harus di ketahui publik.
“dalam anggaran perubahan tentu akan di tambah anggaran, jika ada program yang bagus di radio. Karakter pemberitaan sudah barang tentu harus berpihak kepada pemerintah daerah karena radio milik pemerintah daerah, namun bukan berarti Asal Bapak Senang, akan tetapi data-data dari program pembangunan pemerintah daerah perlu di sampaikan ke publik,” jelas Tumai.
Sementara itu Ahmda Sayuti atau di panggil Aes Maulana untuk nama panggilan di udara, salah seorang penyiar senior mengungkapkan, selama mengasuh program Tanah Laut Menyapa, dimana di situ menghadirkan kepala dinas atau kepala bidang SKPD mana saja yang sudah terjadwal untuk talk show dengan pendengarnya, terkadang masih ada kendala seperti kepala dinasnya tidak bisa hadir, dan di undang lagi beberapa kali tetap tidak hadir, padahal sangatlah penting warga harus mengetahui program apa saja di sebuah dinas tersebut.
“dinas sejatinya memanfaatkan media radio ini, sampaikan program kerja di dinas, dan lewat interaktif dengan pendengarnya sangat di perlukan apakah program di dinas tersebut bisa di terima atau tidak, atau setidaknya tidak perlu seorang kepala dinas yang hadir, namun jika kepala bidang bisa menguasai materi juga tidak mengapa,” paparnya.
Dalam pertemuan selanjutnya dilakukan dialog antara penyiar dan pimpinan rapat, beragam masukan dan saran di lontarkan. Pertemuan semacam ini akan kembali di agendakan dengan harapan sebagai media evaluasi atas apa-apa yang sudah di jalankan.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook