PEMKAB TALA

Rakor Sepakat Perbaiki Jalan Kedesa

INFOTANAHLAUT.COM- Pihak PT.Arutmin Indonesia bersama Pemerintah Kecamatan Kintap tengah duduk satu meja,dan kedua belah pihak tengah melakukan rapat koordinasi dengan bahasan agenda melakukan perbaikan jalan di Desa Salaman Kecamatan Kintap,mengingat akses jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah,apalagi saat habis turun hujan,maka di pastikan bakal tidak bisa di lewati kendaraan.
Dalam rakor yang di hadiri Camat Kintap Sutarno bersama jajaran aparat desa lainnya dan dari pihak PT.Arutmin Indonesia di Kintap,Senin (9/07/2018) kemarin,maka di sepakati adanya survei sebagai langkah awal untuk memulai pengerjaan perbaikan jalan.
Camat Kintap Sutarno,Kamis (12/07/2018) mengatakan,kondisi jalan Desa Salaman di Kecamatan Kintap yang mengalami kerusakan di sejumlah titik menjadi atensi pihak PT.Arutmim Indonesia,yang berencana melakukan perbaikan di beberapa titik.
“inshaa allah di carikan jalan alternatif yang nantinya bisa di gunakan oleh warga setelah di perbaiki oleh Arutmin,dan berharap jalan alternatif bisa di gunakan warga,”kata Sutarno.
Ia menambahkan,untuk jalan yang sekarang rusak itu memang masih masuk Desa Sungai Baru Kecamatan Jorong, selanjutnya menunggu cuaca panas baru bisa dilakukan perbaikan.
Sementara panjangnya jalan belum di ketahui secara pasti berapa panjangnya, sebab untuk perbaikan jalan hanya pada spot-spot tertentu yang rusak di beberpa titik.
Survei jalan pun dilakukan pada hari Selasa (10/70/2018) kemarin dengan melibatkan pihak aparat desa Kintap dan pihak Arutmin.
Perbaikan jalan juga nantinya akan melewati perkebunan kelapa sawit milik PT.Smart karena memang akan terkoneksi dengan jalan perkebunan kelapa sawit dengan jalan desa.
Dari hasil survei jalan alternatif yang akan melewati perkebunan sawit milik PT.Smart yang rusak sendiri kurang lebih sepanjang 800 meter.
“kalau jalan yang rusak parah belum bisa di perbaiki karena itu masuk wilayah Desa Asam-Asam. AI sendiri sebenarnya juga sering melakukan perbaikan jalan yang rusak,”ungkap Sutarno pula.
Terhadap akses jalan yang kadang sudah di perbaiki Arutmin memang di keluhkan kembali rusak. Kerusakan sendiri di duga dari adanya aktivitas penambang batubara tanpa ijin (Peti) yang menggunakan jalan Arutmin.
Harapan kedepan,adanya jalan alternatif bagi warga dapat bekerjasama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit,utamanya pada titik-titik yang memang tidak bisa di lewati.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook