PUBLIK

Rastra Pun Diberikan Ke Ayam

INFOTANAHLAUT.COM- Bukannya untuk di masak dan di sajikan kepada anggota keluarga, namun Beras Sejahtera (Rasta) dulu disebut Beras Miskin (Raskin), malah di berikan kepada ayam peliharaan warga, dengan alasan karena kualitas berasnya sangatlah jelek, memiliki warna tidak putih cerah alias berwarna kecoklat-coklatan, serta fatalnya banyak terdapat kutu-kutu beras.

Rahmawati warga Desa Gunung Mas Rt 6 Kecamatan Batu Ampar terpaksa harus memberikan jatah Beras Sejahtera yang ia dapat kepada ayam peliharaannya, mengingat kondisi beras tersebut berkualitas jelek.

Tidak semata Rahmawati yang menerima beras miskin dalam waktu dekat tadi, sejumlah warga lain pun sama kondisinya dalam menerima beras yang di distribusikan Bulog.

Akan tetapi tidak semua warga yang memberikan berasnya kepada ayam peliharaan seperti Rahmawati, warga lain terpaksa yang tidak memiliki beras dengan sangat terpaksa pun mengkonsumsinya.

Beras yang di peruntukan bagi warga di Kecamatan Batu Ampar sendiri ada sebanyak 775 warga yang tersebar dalam 14 desa, dan masing-masing menerima Rastra sebanyak 15 kg beras.

Rahmawati, Senin (4/12) menuturkan, keluarga kami menerima beras semacam ini sudah cukup lama, dan untuk mendapatkan beras itu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 30.000 sebanyak isi 15 kg beras.

“kami di rumah ada 4 orang, dan melihat pada kondisi beras seperti itu, kadang di campur dengan beras lain karena sayang kalau di buang, walau kadang banyak kutunya, jadi ya di campur, ya kadang sayang juga sudah di beli kalau tidak di makan, tapi mau di makan ya kondisinya seperti itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kualitasnya jelas tidak bagus, pernah saya mengalami sakit perut karena kabar dari tetangga yang juga sama mendapatkan kalau beras tersebut mengandung zat kapur. Saat itu murni beras itu yang di makan tanpa ada campuran beras lain hingga membuat sakit perut, namun sekarang ya sudah biasa pasti di campur bersa lain kalau mau di makan.

Sementara itu, Mulyono selaku kepala seksi (Kasi) Kemasyarakatan pada kantor Kecamatan Batu Ampar mengatakan, di pihak kecamatan sendiri tidak ada menerima atau menampung beras-beras tersebut, dan proses distribusi beras langsung dilakukan pihak Bulog ke desa-desa, dan selanjutnya oleh pihak desa menyerahkannya ke warga penerima.

“memang ada di beri kesempatan oleh Bulog kepada warga penerima beras, jika kualitas berasnya jelek maka di persilakan untuk mengklaim untuk di ganti, akan tetapi kendala di masyarakat adalah soal transportasi pengembalian beras ke Bulog, sejauh ini memang belum ada laporan dari warga baik tertulis maupun lisan, dan pihak kecamatan sendiri sifatnya hanya pendataan penerima beras saja,” jelasnya.

Beda dengan lontaran Sumiyati warga yang tidak jauh dengan rumah Rahmawati, ia mengaku pernah menerima beras sebelumnya dalam kondisi yang sama sekali tidak bisa untuk di makan.

“beras pembagian jatah bulan Desember 2017 ini belum kami makan bersama keluarga di rumah sebanyak 5 orang, kualitasnya jelek, dan untuk menebus beras di bagi dua dengan keluarga masing-masing sebesar Rp 15.000. Karena tidak ada lagi beras, mau tidak mau, suka tidak suka kami makan juga, padahal antahnya (padi) nya juga sangat banyak, kalau di bersihkan bisa dapat satu lepek (piring kecil) antahnya,” ungkap Sumiyati.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook