PUBLIK

Ratusan Juta Peralatan Vital RSUD Hilang Komisi 2 Prihatin

INFOTANAHLAUT.COM-Proyek pembangunan rumah sakit H.Boejasin yang sekarang telah di serahkan oleh PT. Pembangunan Perumahan.Tbk (PP) ke Pemkab Tanah Laut, namun masih belum beroperasi.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang refresentatif, sudah pasti rumah sakit berlantai 7 di Kelurahan Sarang Halang itu pun di tunggu-tunggu warga agar segera beroperasi. Namun pada kondisi sekarang membuat komisi 2 DPRD Tala pun harus merasa turun tangan. Ada apa jadi belum beroperasi.
Tidak semudah membalikan telapak tangan, rumah sakit terbesar di skop kabupaten di Kalsel ini masih menyisihkan kendala-kendala hingga belum bisa 100 persen di operasikan.
Kendala-kendala yang berada di seputar proyek rumah sakit tersebut di antaranya sudah 2 kali panel-panel kelistrikan di curi orang baik di lantai 1 sampai 3.
Peralatan kelistrikan yang hilang itu seperti Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) yang fungsinya untuk mengamankan arus listrik dari beban lebih atau dari hubungan singkat, dan Miniature Circuit Breaker (MCB) yang fungsinya adalah pada salah satu kompenen instalasi seperti listrik di rumah yang memiliki peran sangat penting sebagai sistem proteksi jika terjadi beban lebih serta hubungan arus konsleting. Baik MCCB dan MCB keduanya saling berkaitan menyangkut kelistrikan.
Tidak itu saja, sejumlah shower di toilet pun ikut raib termasuk peralatan Network Video Recorder (NVR) kapasitas 1 TB pun hanya tinggal box warna hitam dan kabelnya saja yang terlihat.
Komisi 2 yang di nahkodai Edy Porwanto beserta anggotannya pun, Rabu (16/10) melakukan kunjungan ke rumah sakit tersebut.
Ruangan demi ruangan di jelajahi anggota komisi 2 DPRD Tala, dan dalam kunjungan komisi 2 juga turut di dampingi oleh pihak RSU H.Boejasin guna memberikan penjelasan termasuk direktur rumah sakit H.Boejasin Dr.Hj.Isna Farida.
Tidak luput dari pengamatan terhadap sejumlah panel-panel listrik dan shower yang hilang alias di curi itu, anggota komisi 2 Yudi Rizal bahkan memperhatikan lebih dekat box panel kelistrikan dan geleng kepala melihat kompenen listrik yang hilang.
Segenap anggota komisi 2 pun tercengang, manakala di perlihatkan panel-panel listrik maupun shower yang hilang tersebut. Komisi 2 juga melihat langsung 2 buah lift yang salah satunya masih belum apa-apa, sementara 1 lift juga belum bisa beroperasi lantaran tidak beroperasi karena harus terkoneksi dengan kelistrikan, sementara komponen kelistrikannya pada hilang.
Kunjungan komisi 2 hanya sampai di lantai 3, karena pada lantai 6 dan 7 masih belum rampung di kerjakan.
Direktur RSUD H.Boejasin Dr.Hj.Isna Farida di sela-sela kunjungan komisi 2 DPRD Tala dalam keterangan persnya mengatakan, pihaknya terus bekerja keras untuk menyelesaikan rumah sakit dan inshaa allah pada bulan Desember yang bertepatan dengan hari jadi Tala, rumah sakit bisa segera beroperasional.
Ia menambahkan, kendala sementara yang krusial memang soal jalan yang belum ada, akan tetapi di anggaran perubahan ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tala yang mengerjakannya. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedang berproses pengerjaan, sementara menyangkut peralatan sudah ada sehingga tinggal memindah saja ke rumah sakit yang baru. Untuk lantai 6 dan 7 yang belum selesai, maka bertahap di selesaikan.
“Memang desain awal pengerjaan dana yang di butuhkan Rp 300 milyar, kemudian di dalam proses tender ada di kurangi biaya konsultan, maka otomatis ada beberapa item pekerjaan yang tidak bisa di kerjakan dari desain semula. Masalah kelistrikan yang hilang di usahakan di penuhi lagi, disamping sudah lapor ke pihak Kepolisian, kemudian untuk tingkat keamanan sudah koordinasi dengan Sat Pol PP, dan secara tertulis meminta bantuan ke Polsek Kota untuk pengamanan, sambil konsultasi juga dengan pihak PLN, dan soal kerugian masih belum di rinci berapa besarnya kerugian, akan tetapi di prediksi diatas Rp 100 juta,”papar Isna.
Di tempat yang sama, usai komisi 2 melakukan penjelajahan ruang demi ruang rumah sakit, ketua komisi 2 Edy Porwanto mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan setelah sebelumnya melakukan rapat kerja dengan dinas kesehatan termasuk direktur rumah sakit H.Boejasin, bahwa adanya keinginan publik agar rumah sakit baru yang sangat megah ini segera beroeprasi, itulah makanya komisi 2 melihat fisik seperti apa kalau segera mau di operasionalkan.
Menurut Edy pula, informasi pada bulan Desember 2019 ini rumah sakit bisa operasional, maka kunjungan lapangan inilah untuk memastikan benarkah nanti pada bulan Desember nanti bisa operasional, namun setelah di lihat secara fisik, ada banyak hal yang harus di butuhkan kerja keras dari pihak manajemen rumah sakit untuk bisa mewujudkan bulan Desember nanti beroperasi.
“dibutuhkan kerja keras, dead line waktu yang terukur, sehingga bulan Desember benar-benar beroperasi bukan hanya keinginan semata, sehingga bukan hanya obsesi bulan Desember 2019 bisa operasional, komisi 2 cukup prihatin atas hilangnya sejumlah komponen-komponen yang justru sangat vital bagi operasional rumah sakit, namun demikian komisi 2 sangat support agar fasilitas kesehatan terbesar dan megah ini bisa beroperasi,” tutup Edy.
Proyek besar pembangunan rumah sakit bertipe B itu, menelan dana dari APBD Tala sebesar Rp 300 milryar. Ground Breaking rumah sakit sendiri dilakukan era bupati Tala Bambang Alamsyah dan wakil bupatinya H.Sukamta di tahun 2016 lalu.
Pemenang tender pembangunan rumah sakit sendiri oleh PT.PP yang merupakan BUMN, dimana proyek tersebut bersifat multi year.
Sesuai dengan kontrak, pengerjaan oleh PT.PP di mulai tahun 2016 sampai 2018.
Kontrak pertama dengan nomor kontrak 445/02-LU-PGR-PPK-UMPEG/RSUD.HB dengan tanggal kontrak pada 6 Oktober 2016. Kemudian kontrak kedua tanggal 24 Agustus 2017 nomor kontrak 445/02.01-LU-PGR SADD-PPK-UMPEG/RSUD.HB, dan pada kontrak ketiga tanggal 2 Maret 2018 dengan nomor kontrak 445/02.02-LU-PGR SADD2-PPK-UMPEG/RSUD.HB.
Rumah sakit sendiri di bangun di atas lahan 10 hektar yang merupakan lahan hibah dari PT.Parembee ke Pemkab Tala.Tung

0
0%
like
0
0%
love
1
16%
haha
0
0%
wow
5
83%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.