PEMERINTAHAN

Rekrut Calon Perangkat Desa Itu “Janggal”

INFOTANAHLAUT.COM-Proses perekrutan calon perangkat desa di Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, di nilai penuh kejanggalan dan tidak transparan, utamanya pada hasil tes tertulis yang di lakukan sebanyak 34 orang calon perangkat desa, angka-angka perolehan hasil tes juga terkesan asal-asalan atau tidak menggunakan standar ukuran penilaian hasil tes yang sebenarnya. Namun apa hendak di kata nasi telah menjadi bubur, terbitnya rekomendasi dari Camat Bajuin ada sebanyak 12 orang telah menyatakan lulus.
Itulah ia, sekelompok masyarakat di Desa Tanjung yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD) yang beralamat di Tanjung Pasar Rt 06 Desa Tanjung Kecamatan Bajuin, Rabu (5/4) menumpahkan unge-uneg mereka di DPRD Tala. Perwakilan FMPD sebanyak kurang lebih 10 orang yang datang ke DPRD, di terima komisi 1 Chairudin Anwar, namun setelah proses dialog berjalan separo perjalanan di teruskan oleh anggota komisi 1 lainnya yakni Rahmat Surya.
Ada 8 point yang di ajukan oleh FMPD yakni tidak sesuainya tanggal di laksanakannya tes penjaringan calon perangkat desa yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2016, sedangkan hasil rekapitulasi nilai seleksi perangkat Desa Tanjung terbit tanggal 15 Desember 2016. Panitia dengan sengaja tidak mengecek computer yang di bawa masing-masing peserta, pasalnya dalam tes tersebut peserta di wajibkan membawa laptop. Kemudian di temukan dalam penilaian tes komputer dimana yang membawa laptop maupun yang tidak membawa sama-sama mendapatkan nilai 2, dan ini tidak relevan dengan sistem poin dalam penilaian, seharusnya setelah peserta selesai mengetik, maka hasil ketikan di simpan (Save File) atau di arsipkan.
Di samping itu tanda tangan camat di surat rekomendasi dengan hasil rekapitulasi nilai berbeda atau di duga di palsukan, dan beberapa hari sebelum pelaksanaan tes, peserta di sodorkan surat pernyataan yang intinya peserta harus menerima hasil tes dan tidak boleh di ganggu gugat dari hasil keputuan tim, di samping hasil tes sendiri penuh kejanggalan, yakni total hasil yang di dapat setelah penilaian pada soal pilihan ganda sebanyak 20 soal, esai 10 soal dan komputer ada 3 soal.
Dalam kesempatan itu dari pihak eksekutif di hadiri kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) M Hanil, Camat Bajuin Dwi Anggraini,S.STP, dan Kades Tanjung Sukandar.
Juru bicara FMPD Abdul Muta’Ali mengatakan bahwa peserta yang lainnya jelas tidak puas dengan hasil rekapitulasi tes tersebut, sehingga meminta kepada panitia penjaringan untuk memberikan lembar soal asli berikut nilainya yang asli ke masing-masing peserta, sehingga dari situlah mungkin ada kepuasan dari peserta yang tidak lulus sebagai pembanding, karena ada salah satu peserta yang telah gugur di adminitrasi tapi bisa lulus.
“kalau memang ini menjadi satu ketidak puasan bagi peserta yang lain, maka layak dilakukan tes ulang,” jelasnya.
Mengenai tes ulang sendiri tidak ada Petunjuk Teknis (Juknis) dari peraturan mendagri, hanya yang mengatur jika perangkat desa itu jika meninggal dunia atau terkait kasus hukum, terang kepala DPMD M Hanil.
Sementara atas ke janggalan penulisan tanggal terbit rekomendasi dari camat dan pelaksanaan tes, Camat Bajuin Dwi Anggraini mengakui kalau itu salah ketik, dan akan mencabut rekomendasi kepada 12 orang yang di nyatakan lulus.
Mendengar jawaban Camat seperti itu, warga yang hadir di forum diskusi hanya tersenyum-senyum dan geleng-geleng kepala.
Dalam diskusi itu juga terungkap adanya pungutan sebesar Rp 100.000 per orang, dan Rp 50.000 untuk tes narkoba. Pungutan itu sendiri diakui tidak di sertai dengan lembaran kwitansi, dan hanya di pungut oleh tim penjaringan di tingkat desa.
Ketua tim penjaringan desa Suparjo mengatakan, diaku ada pungutan, akan tetapi hal itu juga untuk keperluan peserta, baik untuk kebutuhan soal dan konsumsi, dan itupun juga masih di bantu dengan dana dari kades.
Dari hasil pertemuan ini tidak mencapai titik temu, dan FMPD tidak puas dengan hasil pertemuan. Anggota komisi 1 DPRD Tala Rahmat Surya usai pertemuan mengatakan, memang ini kesalahan yang cukup berat, apalagi sampai salah dalam melakukan pengetikan surat rekomendai dan hasil nilai tes yang di tanda tangani oleg Camat, namun di sarankan agal hal ini di bicarakan dari hati ke hati, sehingga masalah tidak sampai melebar.
“dewan bukan hakim yang harus memvonis, tapi di sarankan kembali untuk di musyawarkan anttara pihak ternait seperti panitia penjaringan serta kecamatan setempat, kita persilahkan jika warga menempuh jalur hukum, namun sebaiknya di bicarakan dulu,” terang Rahmat.
Para calon perangkat daerah yang di nyatakan lulus, selanjutnya akan membantu kades dalam menjalankan tugas. Para calon yang di nyatakan lulus sendiri nantinya akan menjabat Sekdes dan Kaur-kaur di desa.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook