PUBLIK

Retail Menjamur, Apakah Warung Rakyat Akan Mati ?

INFOTANAHLAUT.COM-Bak jamur di musim penghujan yang tumbuh dimana-mana, sejumlah retail (pasar swalayan) di kota Pelaihari hingga sampai ke beberapa kecamatan mulai tumbuh, seiring dengan perkembangan daerah. Efek yang menjadi ke khawatirkan, keberadaan retail-retail ini mematikan usaha warung rakyat yang sudah bertahun-tahun.

Benarkah keberadaan retail ini mematikan warung-warung rakyat ?

Menurut Yudrianoor selaku kasi perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan, Selasa (28/2) mengatakan, sejak tahun 2015 lalu dengan telah masuknya pasar global, tentunya hal itu sudah bisa di terima, dan keberadaan retail itu jelas mengikuti, namun mereka tidak mematikan warung-warung rakyat, karena sudah melalui berbagai survey, di samping itu ini pilihan kepada masyarakat untuk berbelanja.

“diretail-retail tersebut telah ada kerjasama dengan masyarakat, dimana masyarakat bisa memasukan produk-produk UKM nya, dengan membuka space untuk UKM, dan ada retail yang menyiapkan sajian makanan rakyat seperti bakso dan sate di halaman retail, sehingga ada keseimbangannya,”jelasnya.

Untuk di Kabupaten Tanah Laut sendiri, tidak ada batasan untuk hadirnya retail, akan tetapi di beri jarak radius 500 meter dari warung masyarakat atau pasar tradisional. Berdirinya retail sendiri juga atas adanya ada tim lintas sektor dari Pemkab Tanah Laut.

Retail-retail tersebut jelas Yudrianoor sasaran konsumennya adalah orang yang mampir saat melakukan perjalanan, makanya posisinya di pinggir jalan yang di nilai strategis. Menyangkut jam tayang retail sendiri itu terserah mereka boleh 24 jam tergantung kemampuan, karena karyawan retail ada sebanyak 6 orang yang terdiri dari dua shif yakni shif pagi dan malam.

Pada sisi lain hadirnya retail pada saat mereka melakukan promo produknya, masyarakat pasti banyak belanja, apakah itu di konsumsi sendiri atau kembali di jual, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sebagai karyawan retail.

“mengijinkan adanya retail sudah penuh pertimbangan, karena ada tim lintas sektor yang melakukan survey, di samping itu keberadaan retail juga telah di atur dalam Perda nomor 5 tahun 2016 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, dan toko swalayan,” katanya pula.

Sementara itu, Khairin salah seorang pedagang yang memiliki toko di jalan Pancasila Pelaihari mengatakan, tidak masalah dengan adanya retail namanya juga persaingan dagang, cuman untuk skop Kabupaten Tanah Laut retail-retail yang sudah ada ini cukuplah tidak perlu di tambah lagi.

“jangan sampai masyarakat kecil yang juga berdagang mengalami penurunan penjualan, dan masalah harga cukup bersaing, akan tetapi hanya kalah tempat dan desain, tapi inilah kondisinya masyarakat sudah cerdas untuk melakukan pilihan yang terbaik dan mudah dalam hal berbelanja,”ungkapnya.

Saat ini tercatat ada 27 unit retail se Kabupaten Tanah Laut, dan yang masih dalam proses ijinnya sebanyak 13 buah.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook