PEMKAB TALA

Retribusi Tower Telekomunikasi Diberi Keringanan

INFOTANAHLAUT.COM-Karena retribusi menara (tower) telekomunikasi di nilai terlalu tinggi dan di keluhkan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI) dan Asosiasi Penyedia Infrastrukur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) akan tetapi pada prinsipnya bersedia melakukan pembayaran retribusi, namun di nilai terlalu tinggi jumlah uang yang harus di bayarkan sebagai retribusi bagi Kabupaten Tanah Laut, sehingga mengakibatkan beban biaya, demikian hal tersebut di sampaikan lewat surat ATSI yang di tanda tangani ketua umumnya Merza Fachys kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tanah Laut.
Awalnya, Pemkab Tanah Laut melakukan retribusi tower telekomunikasi sebesar Rp 4.080.000 per 1 tower selama 1 tahun dan itu di anggap terlalu tinggi.
Saprudin kabid komunikasi pada Diskominfo Tanah Laut, Jum’at (114/9) pekan tadi mengatakan, memang perubahan pada Peraturan Daerah (Perda) atas pungutan yang di anggap mereka terlalu tinggi yakni Rp 4.080.000, akan tetapi telah di revisi Perda tersebut yakni nomor 188.45/75-KUM/2017 tentang Pemberian Pengurangan atau Keringanan Pembayaran Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi kepada ATSI.
“Setelah ada revisi perda maka nominal yang awal di kenakan Rp 4.080.000 menjadi Rp 2.458.000/tower selama 1 tahun, dan sudah masuk ke kas umum daerah bank Kalsel,”kata Saprudin.
Dalam 1 tower sendiri ada tedapat retribusi Ijin Mendirikan Banguna (IMB) dan juga retribusi jasa umum. Diskominfo sendiri menargetkan pendapatan lewat objek tower telekomunikasi di tahun 2018 sebesar Rp 449.814.000 dengan penambahan objek sebanyak 20 menara. Sementara target di tahun 2019 dengan penambahan 9 objek tower maka target pendapatan daerah melalui retribusi tower telekomunikasi ini sebesar Rp 471.936.000.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook