POLITIK

Ribuan DPT Diduga Bermasalah, KPU Minta Bukti Dukung

INFOTANAHLAUT.COM- Tim paslon nomor urut 1 H.Sukamta dan Abdi Rahman menemukan kejanggalan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telag di tetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala, dan hal itupun sudah di laporkan ke KPU.
Paslon nomor 1 H.Sukamta dalam keterangan persnya, Senin (4/6) kemarin di dampingi ketua tim pemenangannya Noor Ifansyah di sekretariat pemenengan menguraikan, bahwa DPT oleh KPU ternyata ada sejumlah data-data pemilih yang di anggap tidak valid, dan tim paslon ada menemukan 6 point.
Ke 6 point tersebut di jabarkan yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun ada sebanyak 5.118 buah. Kemudian dalam satu Kepala Keluarga (KK) terdapat ada data yang tidak sama sebanyak 498 buah. Data KK yang berbeda, tetapi isi dalam KK terdapat NIK nama yang sama sebanyak 465 buah. Ada pula terdapat NIK yang kodenya bukan untuk daerah Kabupaten Tanah Laut sebanyak 1.003 buah, karena kode untuk Tanah Laut 6301, dimana untuk daerah kecamatan terdapat kode masing-masing sesuai dengan Permendagri nomor 137 tahun 2017, dan terakhir di dalm DPT juga sering di temukan pemilih yang mempunyai NIK, tetapi nomor KK tidak ada atau tidak tercatat dalam DPT sebanyak 1.656 buah.
“jumlahnya sangat besar, secara menyeluruh sebanyak 8.740 se Kabupaten Tanah Laut, dan kejadiannya hampir menyebar di seluruh TPS, dan KPU di minta bergerak cepat memperbaiki karena akan sangat membahayakan dalam proses demokrasi,”jelas Sukamta.
Tim paslon nomor 1 juga merinci berapa jumlah di seluruh kecamatan dari hasil temuan ini. Pada Kecamatan Bajuin sebanyak 191 buah, Kecamatan Bati-Bati 873 buah, Kecamatan Batu Ampar 1.000 buah, Kecamatan Bumi Makmur 541 buah, Kecamatan Jorong 1.663 buah, Kecamatan Kintap 1.266 buah, Kecamatan Kurau 546 buah, Kecamatan Panyipatan 331 buah, Kecamatan Pelaihari 1.260 buah, Kecamatan Takisung 657 buah dan Kecamatan Tambang Ulang 412 buah.
Sementara itu ketua KPU Tala Kamaru Zaman di konfirmasi, Selasa (5/6) membenarkan kalau ada tim dari paslon nomor 1 datang dan menyampaikan langsung dalam bentuk surat, dan semua sudah di jelaskan di hadapan tim paslon contohnya NIK di luar Tanah Laut bisa memilih di Tanah Laut, hal itu oleh yang bersangkutan sudah mencabut berkas dari daerah asalnya, maka yang namanya NIK itu tidak bisa berubah, cuma nomor KK nya saja yang berubah.
“kami minta serahkan bukti dukungnya, jangan hanya berasumsi saja, dan bicara angka, terlebih di katakan sebanyak 8 ribu lebih orang itu bisa di bilang caosh, bahkan 300 orang saja KPU di katakan gagal dalam pemutakhiran data,” papar Kamaru Zaman.
Dalam waktu dekat KPU juga akan kembali memanggil tim paslon nomor 1 untuk membuktikan adanya angka 8 ribu lebih yang di sebut-sebut ganda, tidak terdaftar dan bukan asal Tanah Laut untuk selanjutnya di sandingkan dengan data KPU.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook