BENCANA

Ribuan Mayat Diprediksi Terkubur Dikampung Balaora

INFOTANAHLAUT.COM-Duka Palu masih terasa hingga kini. Palu yang di landa musibah gempa bumi berkekuatan 7 skala rihter di sertai gelombang tsunami telah meluluh lantakan semua bangunan yang di lewati air laut itu.
Cerita dari Ali, seorang warga asal Kabupaten Tanah Laut yang sudah 3 tahun tinggal di Palu menceritakan kondisi terkini pasca gempa dan tsunami. Seiring dengan berangkatnya 15 orang relawan Tanah Laut menuju Palu, Ali pun lewat sebuah video yang di rekam melalui smart phone, Sabtu (17/11/2018) pekan tadi menceritakan kondisi kampung atau perumnas Balaora yang luluh lanta dan masih berserakan puing-puing bangunan plus aroma kurang sedap masih menyengat penciuman.
Ali juga anak dari mantan ketua DPRD Tala Masani Abda di era tahun 1990-an, yang menetap di Palu merupakan salah seorang korban bencana.
“Perkampungan padat penduduk sekitar ribuan Kepala Keluarga bagaikan melihat sebuah blender bercampur air serta lumpur yang berputar-putar, dan warga Banjar yang sekitar 62 KK itu pun yang terdata di posko bencana dan yang meninggal sekitar 26 orang. Saat ini warga Banjar berada di tenda pengungsian dan sebagian tinggal di keluarga yang ada di Palu. Harapan Pemerintah Provinsi Kalsel dan kabupaten lainnya memberikan bantuan kepada saudara-saudara bubuhan Banjar di Palu yang terkena musibah, karena Pemerintah Provinsi Palu juga fokus ke bencana yang begitu meluas dampaknya,”harap Ali.
Sementara itu relawan Tala sebanyak 15 orang ke Palu yang di pimpin Sekda Tala Drs.Syarian Nurdin yang juga ketua PMI Tala belum lama tadi melakukan aksi sosial.
Menurut Edwin Sihol relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala yang ikut bertolak ke Palu,Minggu (18/11/2018) mengatakan, di Palu tidak saja relawan dari berbagai daerah, namun dari negara Italia juga ada.
“Relawan Tala melakukan kunjungan ke tenda-tenda pengungsian membantu relawan lainnya dan ke titik lokasi bencana. Hal yang paling urgent adalah bahan makanan,”katanya.
Hal senada di utarakan Ahit relawan dari PMI Tala. menurutnya banyak memang tenda-tenda pengungsian di isi para korban bencana, namun yang juga tidak kalah pentingnya bantuan keperluan atau peralatan sekolah, karena sebagian sekolah bahkan sudah berjalan seperti mana biasa namun proses belajar menggunakan gedung sementara, pasalnya gedung sekolah yang ada masih mengkhawatirkan lantaran terdapat keretakan-keretakan, terlebih kadang masih ada gempa susulan, ujarnya.
Banyak hal di dapat selama para relawan Tala bertolak ke Palu.
Sekda Tala Drs.Syarian Nurdin selaku pimpinan relawan Tala menuturkan, ketika awal tiba di Palu, malam itu satu provinsi Sulawesi Tengah dalam keadaan listrik padam dan pada subuhnya juga merasakan ada gempa susulan.
“Relawan Tala disambut Hidayat selaku Sekda Palu. Relawan Tala menuju camp Garuda sebagai posko PMI Pusat, bahkan ada PMI atau relawan Red Cros dari Italia. Bagi relawan Italia menyebutkan bahwa persoalan kemanusiaan adalah masalah internasional bukan hanya masalah sebuah daerah saja. Disitulah relawan Tala dapat belajar bagaimana penanganan saat ada musibah besar seperti di Palu,”kata Sekda Tala.
Relawan Tala selanjutnya melihat langsung Kabupaten Potobo. Dilokasi tersebut juga termasuk kampung yang tenggelam, di prediksi ada ribuan mayat yang masih terkubur bersama rumah mereka. Aroma kurang sedap pun masih begitu tercium.
Relawan Tala meneruskan ke Kabupaten Sigi sebagai lokasi pengungsian korban bencana.
Dari itu semua, edukasi bagi relawan Tala tentang relawan dari berbagai daerah dan negara yang berada di Palu, tutup Sekda.Tung

4
80%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
20%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.