PUBLIK

Rp 300 Juta Lebih Tak Beres LPJ

INFOTANAHLAUT.COM-Kepala Desa Kandangan Baru di Kecamatan Panyipatan M.Saifullah yang seharusnya menjadi panutuan bagi warganya, justru harus berhadapan dengan hukum, karena di duga menggunakan dana desa atau biasa di sebut Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2015 lalu untuk keperluan pribadi kades, dan laporan pertanggung jawaban penggunaan uang tidak bisa di lakukan.

M.Saifullah sendiri menjabat Kades Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan, sesuai dengan SK Bupati nomor 188.45/578-KUM/2013 tertanggal 9 Desember 2013.

Desa Kandangan Baru sendiri mendapatkan ADD sebesar Rp 835.373.262, kemudian dari anggaran itu 30 persen di antaranya untuk belanja gaji pegawai, ATK dan sisanya 70 persen untuk kegiatan pemberdayaan yang meliputi belanja penerangan lampu jalan, pagar kantor desa, rehab posyandu, rehab pos kamling, pembangunan drainase dan pagar kuburan, namun uang yang tersimpan di rekening kas desa diambil oleh sang kades sebesar Rp 335.543.262.

Selanjutnya dalam laporan pertanggung jawaban (SPJ) APBDes di buat hanya sejumlah Rp 550.083.000, dan masih ada sisa dari APBDes sebesar Rp 335.543.262 yang harus berada di dalam rekening kas desa, dan kades tidak bisa mempertanggung jawabkan APBDes sejumlah Rp 335.543.262 yang sudah di ambil dari rekening kas desa Kandangan Baru.

Kasi pidana khusus (Pidsus) Tri Taruna.F,SH Kejaksaan Negeri Pelaihari, Jum’at (17/2) mengatakan, sejumlah dokumen-dokumen baik itu tanda bukti setoran dan pengambilan oleh kades tersebut kepada perbankan sudah di sita.

“dana tersebut merupakan dana Silpa yang tidak ada pengembaliannya, dan di temukan oleh Inspektorat, dan kerugian negara mencapai Rp 335 juta lebih,” jelas Tri.

Kades sendiri dilakukan penahanan sejak tanggal 9 Februari 2017 lalu.

Lebih lanjut Tri Taruna menambahkan, siapapun yang menyalahgunakan ADD maupun proyek-proyek akan dip roses penyidikan dan melakukan cros cek ke lapangan.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook