KESEHATAN

RS Tipe D Kintap Tuntutan Sarana Kesehatan

INFOTANAHLAUT.COM- Berawal dari sebuah Puskesmas,namun lantaran kapasitas pelayanan kesehatan yang acap kali penuh di samping perkembangan penduduk yang pesat,maka Puskesmas di Kecamatan Kintap pun kini di kembangkanlah menjadi sebuah rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Kesehatan kini membangun rumah sakit tipe D di Desa Kintap Kecamatan Kintap,dan di tahun 2019 rumah sakit tersebut sudah bisa beroperasi.
Kepala Dinas Kesehatan Tala H.Junaidi,Senin (9/07/2018) mengatakan,pembangunan rumah sakit tipe D juga masuk dalam program Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018 bupati Tanah Laut yang salah satunya peningkatan Puskesmas menjadi rumah sakit.
“menyangkut studi kelayakannya sejak tahun 2014 oleh konsultan,kemudian dari hasil studi kelayakan di nyatakan layak, maka di tahun 2015 di buat master plan, tahun 2016 menyangkut UKL/UPL dan yang lainnya. Harusnya di tahun 2017 kemarin sudah di bangun,namun karena ada penyempurnaan,jadi baru bisa di bangun tahun 2018 ini,”jelas Junaidi.
Lebih lanjut Junaidi menjelaskan,kelak rumah sakit tipe D dapat melakukan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke daerah Asam-Asam di Kecamatan Jorong. Sementara untuk banyaknya tempat tidur di rumah sakit tipe D ini ada sebanyak 50 tempat tidur,dan tempat tidur itupun dapat di tambah.
Dalam pemenuhan tenaga medis yang di tempatkan di rumah sakit tipe D sendiri ada 3 alternatif yang dilakukan yakni seleksi penerimaan CPNS, bisa rekolasi dari tenaga medis yang di Pelaihari (rolling),dan tenaga kontrak. Keberadaan rumah sakit tipe D di Kintap tersebut nantinya juga menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Tanah Laut.
Pasca selesainya bangunan rumah sakit tipe D tersebut tambah Junaidi,maka secara bertahap pemenuhan alat kesehatan (Alkes) dilakukan,dan Puskesmas yang ada tetap jalan seperti mana biasa,hanya saja untuk fasilitas rawat inapnya yang di tutup.
Untuk kebutuhan tenaga medis di rumah sakit tipe D Kintap yakni dokter spesialis (Spesialis dasar plus abestesi) 5 orang,dokter umum 6 orang, dokter gigi 1 orang. Untuk instalasi farmasi berupa tenaga apoteker 2 orang dan asistennya 5 orang. Paramedis perawatan perawat 25 orang,perawat anenstesi 2 orang dan bidan 23 orang. Bidang instalasi radiologi 2 orang. Instalasi laboraturium (analis kesehatan) ada 5 orang. Instalasi rekam medik D3 sebanyak 3 orang dan petugas loket (rawat inap/rawat jalan) 4 orang.
Pada instalasi gizi,petugas gizi 3 orang,tukang masak plus pengantar makanan pasien ada 15 orang. Instalasi keliling sanitaria 2 orang,petugas kebersihan (pengelola limbah,cuci,supir ambulan) 18 orang. Instalasi rehab medik keterapian fisik pisioterapi 1 orang, IPSRS D3 petugas IPSRS/SMK ada 4 orang. Instalasi kamar jenazah 2 orang,dan petugas keamanan ada 11 orang.
Sementara itu Gusti Noviar Kusuma selaku Plt kasi Tata Bangunan Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah Laut mengatakan pula,pengerjaan peningkatan kelas aset seperti rumah sakit tipe D di Desa Kintap tersebut berada dalam program Dinas Kesehatan,instansi teknis DPUPRP Tala yang melakukan pembangunan fisik rumah sakitnya.
Memang di sana masyarakatnya sangat memerlukan sarana kesehatan yang lebih banyak layak dan banyak,karena kapasitas Puskesmas yang ada selalu penuh,maka di bangunlah rumah sakit tipe D.
“Anggaran Rp 24 miliar lebih dari APBD Kabupaten Tanah Laut 2018 yang di kerjakan tunggal atau tidak multi year,dan di bulan Desember 2018 ini selesai. Kondisi sekarang proses pembangunan mencapai 40 persen,dan diakui faktor hujan cukup berpengaruh,tapi tidak jadi alasan untuk kontraktor dalam menuntaskan pekerjaan,”kata Gusti.
Rumah sakit tipe D ini nantinya terdiri dari 2 lantai,dimana pada awal bulan Maret kemarin awal di mulainya pembangunan.
Konon kabarnya,lokasi pembangunan rumah sakit tersebut masih terkendala dengan lahan yang masuk dalam zona tambang batubara PKB2B PT.Arutmin Indonesia,namun Gusti menjelaskan bahwa masalah lahan segala sesuatunya di selesaikan Dinas Kesehatan,alias sudah clear and clean,karena dari pihak DPUPRP hanya pada kewenangan pembangunan fisik semata.Tung

4
50%
like
0
0%
love
2
25%
haha
1
12%
wow
1
12%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook