PERISTIWA

RTH Yang Memang Adem Diduga Jadi Adegan Hot

INFOTANAHLAUT.COM-Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai Jalan Soepirman memang adem suhunya, dan kadang membuat tertidur ketika ada angin sepoi-sepoi.
Ademnya RTH menjadi cerita lain, tepatnya dekat dengan lapangan volli di duga menjadi sebuah lokasi ptaktek “Hot” dua insan manusia berlainan jenis di dalam sebuah mobil minibus warna putih, atau dalam bahasa lain di sebut pula “Mobil Bergoyang”.
Perempuan yang di duga mesum dalam mobil tersebut berstatus mahasiswi, sementara pelaku mesum laki-lakinya berstatus pengangguran.
Keduanya adalah warga dari Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar.
Atas kondisi demikian Keduanya lantas di serahkan oleh warga ke Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut
untuk di proses lebih lanjut.
Kejadiannya, pada Sabtu (3/8/2019), sekitar pukul 11.00 wita. Pelaku mesum tersebut bernama JS untuk perempuannya dan pelaku mesum laki-lakinya berinisial AN (28).
Informasi di himpun menyebutkan, dua pasangan tersebut sedang asik berduaan di dalam mobil Avanza wara putih DA 1624 LE. Terlihat oleh warga mobil tersebut bergoyang-goyang.
Kondisi demikian membuat warga Komplek Gagas Permai yang dekat dengan RTH pun curiga, al hasil warga mencoba mendekat mobil dan menggrebek mobil.
Seperti di utarakan Asmi warga Komplek Gagas Permai yang ikut menggerebek itu menuturkan, terhadap mobil itu memang sudah pernah datang sebelumnya ke RTH, tepatnya pada tanggal 28 Juli 2019 lalu, dan sudah di curigai. Kemudian ada lagi mobil tersebut datang lagi.
“Pada saat kejadian inilah, warga sudah gerah dan menggrebeknya. Di temukan keduanya sudah melepas celana,”ucap Asmi.
Penggerebekan tersebut awalanya 3 orang warga, namun melihat keadaan agak gaduh, maka warga lainnya pun berdatangan mendekati mobil.
Asmi mrnambahkan, saat di grebek laki-laki saat di gerebek sempat mau melarikan diri, sementara perempuannya hanya duduk saja lantaran tidak berdaya tidak bisa karena penutup celana panjangnya sudah keburu di lepas.
Atas kondisi itu, warga pun menyerahkan keduanya kepada Sat Pol PP dan Damkar Tanah Laut.
Kepala Seksi Penyilidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Damkar Tala Masarinor membenarkan kejadian tersebut.
Keduanya sudah di proses di mintai keterangan dan melanggar Perda nomor 7 tahun 2014 tentang Ketertibam Umum.
“Ya benar, sudah di buatkan berita pemeriksaan dan di kenakan sanksi syariah, keduanya di berikan konseling keagamaan,”katanya.
Pelaku laki-lakinya di berikan sanksi membersihkan mushola di lingkungan Pemkab Tanah Laut.
Selain itu Sat Pol PP dan Damkar juga sudah memanggil kedua orang tuanya untuk selanjutnya di kembalikan kepihak keluarganya masing-masing, tutup Masarinor.Tung

6
42%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
14%
sad
6
42%
angry

Komentar Facebook