SOSIAL

Rumah Nini Galuh 100 Tahun Dibedah Relawan

INFOTANAHLAUT.COM- Nini Galuh panggilan khasnya di kampung usianya di perkirakan 100 tahun,karena ia punya anak semata wayang yang kini usianya 68 tahun yakni Surianysah. Nini Galuh yang punya nama asli Galuh Ambun,Jum’at (20/07/2018) rumah kayu yang ia tempati,barangkali usia rumahnya juga sama dengan umurnya di bedah oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala.
Rumah nini Galuh yang berukuran 4×6 meter persegi,berdindingkan kayu yang sebagian rapuh dan di tutupi terpal, sementara di bagian atap rumah dari daun Rumbia yang sudah kering dan tertutup terpal itu memang tidak layak huni di antara rumah-rumah penduduk lainnya di jalan Gerantung Rt 3 Rw 02 Desa Ketapang Kecamatan Bajuin. Hanya butuh waktu hitungan detik bagi relawan RC 113 Tala untuk membongkar rumahnya dan di bantu warga sekitar,relawan bersama warga merubuhkan rumah nini Galuh dengan cara di tarik menggunakan seutas tali tambang.
Program bedah rumah yang di prakarsai oleh RC 113 Tala ini sudah yang ke sekian kalinya dilakukan,dan RC 113 Tala tidak sendiri dalam program bedah rumah,melainkan kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanah Laut,kata Edwin Sihol selaku koordinator RC 113 Tala.
Sementara saat proses bedah rumah berlangsung,nini Galuh pun sementara menetap di rumah cucunya bernama Marlena yang berada di dekat rumahnya.
Di temui di rumah cucunya,nini Galuh saat itu tengah makan di ruang dapur dan duduk di atas sebuah tilam kapuk yang kelihatannya sudah lama menjadi teman tidur nini Galuh.
Suriansyah (68) sang anak tunggal dari nini Galuh yang mendampinginya saat makan mengatakan,suami nini Galuh yang bernama Surah memang sudah cukup lama meninggal, dan nini Galuh sendiri hanya punya anak satu.
“kalau indra pendengaran nini Galuh sendiri masih cukup jelas mendengar,hanya saja pada indra penglihatan yang kurang jelas,sememtara kalau yang namanya sakit fisik atau kebanyakan orang-orang se usianya mungkin banyak jatuh sakit,tapi bagi nini Galuh sakit-sakitan karena faktor usia memang pernah di alami,dan nini Galuh sendiri memang gemar mengisap rokok,tidak menginang layaknya usia-usia tua,”ungkap Suriansyah.
Ia menambahkan,alhamdulillah rumah orang tua saya bisa di perbaiki,karena pada kondisi rumahnya sendiri memang sudah lapuk pada lantai maupun dinding,di bagian atai rumah dari daun Rumbia kering sudah pula di lapisi dengan terpal sebanyak 2 kali,karena mengalami bocor di atap saat hujan turun,disamping itu pula nini Galuh tidak mau untuk tinggal bersama anak dan lebih menyendiri di rumah yang kini di bedah.
Era penjajahan bangsa ini sudah pernah di rasakan nini Galuh,bahkan konon ceritanya sang suami menjadi Komandan pasukan di wilayah Bejuin sampai ke wilayah Kecamatan kintap,cerita Suriansyah pula.
Saat di coba komunikasi ke nini Galuh,ia hanya berkata pendek.
“Kenyang sudah terkena air hujan,apa lagi hujan turun malam hari sempat merasakan badan menggigil karena air hujan yang turun lewat atap rumah yang bocor,”ucap nini Galuh.
Target penyelesaian bedah rumah nini Galuh sendiri selesai dalam beberapa hari kedepan. Baik relawan maupun warga setempat saling gotong royong menuntaskan pembangunan rumah layak huni.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook