SERBA-SERBI

Saling Benturan Motor, Dua Wartawan Cekcok Dekat Pos Polisi

INFOTANAHLAUT.COM- Kejadian itu terjadi pada Jum’at (30/6) kemarin malam sekitar pukul 24.00 wita, di dekat pos polisi simpang tiga Desa Bentok Kecamatan Bati-Bati, dua orang oknum wartawan dari Duta TV Banjarmasin berinisal D dan B oknum wartawan dari koran harian Barito Post di Banjarmasin saling cek cok mulut.
Informasi di himpun, saat itu B tengah mengendarai sepeda motornya dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari, dan D sendiri sekitar berjarak 3 meter berada di belakang motor B menggunakan sepeda motor matic.
B sendiri selanjutnya hendak membelok kearah kiri menuju Desa Bentok, namun saat tidak jauh dari pos polisi yang bejarak kurang lebih 10 meter, D tiba-tiba membalap B dan berhenti mendadak. Melihat ada motor lain yang mendahului namun berhenti mendadak, B pun tak kuasa menahan laju motor hingga terjatuh bersama motornya, apalagi posisi motor D sudah begitu dekat dengan motor B.
D sendiri merasa ia sudah memberikan tanda untuk berhenti, entah karena melamun D tidak menyangka kalau di depan motornya ada pengendara lain yang sudah terjatuh.
B pun tak terima, ia bangun dan memaki-maki D yang asal belok dan berhenti tanpa ada memberitahukan terlebih dahulu, namun D bersikeras kalau ia sudah pelan dan memasang tanda lampu sign sebelah kiri.
B tak terima, ia meminta D untuk mengganti kerusakan motornya yang terjatuh ke aspal, namun D juga tetap bersikeras kalau ia sudah sesuai peraturan menggunakan lampu tanda belok.
Cekcok mulut itu sempat di saksikan warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian, karena memang berada persis di sebuah warung minum, namun warga hanya bisa melihat tanpa berani untuk mendekati, entah mungkin takut menjadi kemarahan di antara keduanya.
Cekcok mulut semakin menjadi-jadi, B bahkan lepas helm dan memukulkannya ke arah perut D, namun oleh D mencoba untuk menangkisnya dengan tangan kiri.
Saling ngotot sama-sama merasa benar itu semakin menjadi perhatian warga, dan tidak lama ada warga lain yang melintas yakni Zainal yang olehnya mencoba untuk melerai cek cok mulut tersebut.
Namun lagi-lagi emosi B tidak terbendung, B bahkan malah mendorong tubuh Zainal seolah bahwa Zainal berpihak kepada D.
Namun untuk mengindari suasana lebih memans Zainal pun meminta keduanya untuk di selesaikan di pos polisi yang memang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kedua wartawan itu akhirnya sepakat menuju pos polisi, namun lagi-lagi B tetap ngotot di hadapan polisi minta di ganti atas kerusakan motor akibat di tabrak D.
Polisi coba menenangkan keduanya, dan duduk sambil berdiskusi. Saat menuju pos polisi ada sebanyak 8 orang anggota polisi yang berada disana.
Di saat keduanya mulai tenang setelah menikmati segelas air mineral, datanglah Kepala pos polisi IPTU Fernandez Rizky yang juga sebagai Kapolsek Bati-Bati.
Risky pun mencoba meurai apa duduk permasalahan atas adanya cekcok tersebut.
Setelah hampir 30 menit di berikan pengertian oleh Fernandez, akhirnya keduanya pun bisa tenang, dan sepakat untuk tidak cekcok lagi.
Akan tetapi ketenangan terlihat hanya sesaat, B yang sudah cukup di buat kesal lantaran terjatuh dari motornya itu, malah mencak-mencak kepada D untuk tetap minta ganti pada kerusakan motornya.
Melihat hal itu Fernanzed pun mencoba untuk menenangkan kembali, dan perlu ada kesepatakan di antara kedua belah pihak.
Mediasi nampaknya membuahkan hasil, akan tetapi tidak di sangka-sangka B kembali meledak emosinya dan berusaha berdiri dari tempat duduknya sambil hendak mendorong D, bahkan beberapa anggota polisi yang lain kaget dan terlihat juga berdiri mendekati keduanya, akan tetapi di saat itu pula datang seorang pria gemuk bernama Ardian datang ke tengah-tengah sambil membawa sebuah kotak kertas kardus ukuran besar warna putih. Ia datang tanpa basa basi sambil berkata “permisi bapak ini ada kiriman,” terangnya.
Fernandez sempat kaget atas datangnya paket tersebut, karena tidak jelas apa isi dan dari siapa pengirimnya.
Si Ardian orang yang membawa kotak itu bermaksud membukakan kotak, tapi sempat di larang Fernandez karena tidak jelas apa isi dan siapa pengirimnya. Kotak pun akhirnya tetap di buka Ardian tanpa harus menunggu lama-lama dan isinya ternyata sebuah kue ulang tahun bertululiskan “Selamat Hut Bhayangkara Yang Ke-71”.
Semua anggota di pos polisi pun sontak melepas nafas panjang, karena semula ada terjadi tabrakan yang melahirkan cek cok mulut hebat, kemudian ada orang yang tiba-tiba membawa kotak kardus. Semua itu, baik cek cok mulut karena tabrakan sepeda motor oleh wartawan, dan orang yang membawa kotak kue merupakan rangkaian dan kejutan yang di sajikan para wartawan yang bertugas di Kabupaten Tanah Laut pada momentum Hut Bhayangkara ke-71 tahun 2017.
Kendati ada salah seorang anggota polisi yang kaget dan tidak menyangka kalau malam itu mereka di suguhkan adegan lakalantas kecil dan di beri kue ulang tahun.
Fernandez mengatakan, semoga kemitraan Polri dan insan Pers dapat tetap terus terjalin dan dapat memberikan dan bermanfaat bagi masyarakat, ucapnya di hadapan sejumlah wartawan.
Sementara dari perwakilan wartawan sendiri meminta agar Polri tetap profesionalisme dalam kinerja, dan tetap menjadi pengayom masyarakat, terlebih saat sekarang NKRI mulai di usik, maka kepada siapa lagi masyarakat berharap agar Polri bisa menumpas orang-orang yang hendak mengacaukan NKRI yang sudah harga mati. Dirgahayu Bhayangkara Yang Ke-71.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.