KECELAKAAN

Sang Ayah Ditemukan Tak bernyawa Disarang Burung Walet

INFOTANAHLAUT.COM- Munawar (50) tahun warga dari Kandangan yang bekerja menjaga sarang burung walet di Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap selama kurang lebih 3 bulan, Kamis (23/11) di temukan tewas di dalam ruang sarang burung walet tempat ia menjaga tempat tersebut.

Informasi di himpun menyebutkan, penemuan mayat di sarang burung walet tersebut, di ketahui saat ada salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari sarang burung walet tersebut hendak menjenguk Munawar sekitar pukul 06.00 wita, namun sontak kaget manakala melihat Munawar sudah dalam posisi telentang di lantai dasar tidak bernyawa lagi, dan langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Kintap. Beberapa warga setempat pun juga melihat lebih dekat setelah mendapat laporan ada penemuan mayat di sarang burung walet.

Pihak Polsek Kintap segera turun ke TKP untuk mengevakuasi korban, dan memasang police line di lokasi kejadian. Evakuasi jasad Munawar oleh Polisi di bantu warga setempat dan selanjutnya di bawa ke rumah sakit H. Boejasin Pelaihari guna dilakukan visum.

Agus, anak Munawar yang saat itu tengah berada di Tanjung, Kabupaten Tabalong mendapat kabar dari warga setempat yang dekat dengan tempat sarang burung walet langsung meluncur ke Kecamatan Kintap.

Sekitar pukul 20.00 wita, jasad Munawar pun tiba di kamar mayat RSU H.Boejasin, lantaran jarak yang cukup jauh dari Kecamatan Kintap menuju RSU H.Boejasin.

Agus di teras kamar mayat RSU H. Boejasin yang mengenakan topi warna hitam itu sambil ngobrol dengan beberapa awak media menuturkan, memang ayahnya baru saja bekerja sebagai penjaga sarang burung walet dan tanpa ada tidak teman lainnya untuk menjaga sarang burung walet tersebut.

“tidak ada tanda-tanda kalau sakit,” kata Agus singkat sambil menundukan kepalanya.

Agus pun meminta, pada malam itu juga jasad ayah kandungnya akan di bawa ke Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), karena di sana banyak sanak keluarganya, dan menolak untuk dilakukan otopsi pada ayahnya.

Sementara itu, menurut keterangan Anisa selaku dokter UGD RSU H. Boejasin usai melakukan visum kepada jasad Munawar saat di konfirmasi mengatakan, memang ada di temukan luka memar di bagian dada dan luka robek di kepala yang kemungkinan di duga akibat terkena benda tumpul dan keras, atau kemungkinan jatuh dari ketinggian, dan luka-luka tersebut di perkirakan terjadi hanya dalam hitungan jam saja, aka tetapi untuk memastikan apakah ada tindakan kekerasan hal itu kewenangan pihak Kepolisian.

Proses visum sendiri turut di saksikan unit Inafis Polres Tala, serta perwakilan dari Polsek Kintap. Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook