PUBLIK

Sarana WTP Tua Saatnya Diganti

INFOTANAHLAUT.COM- Seiring waktu,sarana WTP (Water Treatmen Plant) atau sarana produksi dari air sungai menjadi air bersih PDAM Tala di Desa Bajuin Kecamatana Bajuin sudah terlihat sangat tua,sehingga dengan kondisi keterbatasan yang ada maka bagaimana pun caranya tetap di upayakan agar produksi air bersih tetap bisa berjalan dan sampai ke pelanggan.
Sarana WTP Desa Bajuin sendiri di ketahui sejak tahin 1983 lalu ada. Kondisi karatan di sejumlah sarana produksi tersebut sudah mulai terlihat, mulai dari dinding bak penampungan air maupun lantai.
Di utarakan Faisal,salah seorang karyawan PDAM yang bertugas sebagai penjaga WTP Bajuin menuturkan,seperti halnya penampungan bak air yang lama terpaksa kadang di lakukan pengelasan sendiri di bagian dindingnya yang mengalami bocor,selain itu jarak bak penampungan yang kurang lebih hanya 1,5 meter mungkin karena sudah tua usianya sehingga terlihat kembung akibat adanya tekanan dari lumpur yang telah di pisahkan dari air sungai,sehingga harus di beri penahan dari besi yang di las agar kembungnya bak tidak terlalu mengembung.
Sementara itu Direktur utama PDAM Tala Eko Sugiharto di konfirmasi,Senin (27/08/218)mengakui kalau memang kondisi WTP di Bajuin tersebut sudah sangat tua kondisinya.
Memasuki musim kemarau tahun ini tetap mengoptimalkan WTP Bajuin dan masalah air bakunya di upayakan tetap bertahan paling tidak masih bisa bertahan 3 bulan kedepan dari bulan sekarang. Terhadap sistem produksi sendiri telah di evaluasi agar supaya dalam musim kemarau tahun ini produksi airnya lebih baik lagi,dan upayanya melakukan rehab ringan serta perbaikan yang ada sedikit kerusakan di upayakan sebisa mungkin dilakukan,dan hasilnya sudah di nikmati masyarakat.
“Usulan kembali ke Pemkab Tanah Laut agar sekiranya di bangun baru kembali WTP dengan kapasitas 50 liter per detik dalam rangka memperbaiki kualitas pelayanan terutama di bidang produksi,sehingga distibusi air PDAM ke masyarakat bisa sempurna,”kata Eko.
WTP yang ada dengan kapasitas 40 liter per detik sejak tahun 1983,dan di tahun 2014 lalu PDAM mendapat dana dari APBN membangun 25 liter per detik WTP sehingga bisa terbantu dengan WTP yang ada sebelumnya.
PDAM Tala sendiri di tahun 2019 mendatang akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan kualiatas pelayanan kepada masyarakat.
“Berdoa saja semoga planning 2019 yang telah di dukung SKPD terkait bisa berjalan sesuai rencana yang telah di susun,sehingga jika planning tersebut bisa tecapai,inshaa allah masalah air bersih bagi kota Pelaihari akan dapat teratasi,”tutup Eko.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook