PUBLIK

Satgas Pangan Dapati Ikan Gabus Langka

INFOTANAHLAUT.COM-Menghadapi pergantian tahun 2019 ke tahun 2020,Satgas Pangan dari Polres Tala dan Pemkab Tanah Laut,Kamis (26/12) melakukan cros cek ke pedagang sayur,ikan dan daging yang ada di pasar Tapandang Berseri.
Cros cek Satgas Pangan kepasar dilakukan Wakapolres Tala Kompol Fauzan Arianto serta wakil bupati Tala Abdi Rahman dan segenap dinas terkait lainnya.
Sebelum menuju pasar,wakil bupati Tala dan segenap kepala dinas terkait berkumpul di ruang lounch Polres Tala. Cukup berjalan kaki,baik wabup Tala,Wakapolres Tala dan segenap kadis terkait menuju pasar.
Satu persatu pedagang-pedagang di datangi Wabup Tala dan Satgas Pangan. Mulai dari pedagang beras,daging,sayur,ikan dan ayam para pedagangnya di ajak ngobrol wabup maupun Satgas Pangan. Dalam cros cek Satgas Pangan dan wabup Tala mendapati jenis ikan Haruan (Gabus) masih langka.
Usai melakukan kunjungan ke padagang-pedagang,Ketua Satgas Pangan Kompol Fauzan Arianto dalam keterangan persnya mengatakan,alhamdulillah dari pengecekan terhadap 9 bahan pokok memang tadi ada beberapa kenaikan harga seperti ayam,bawang merah dan daging namun kenaikan harga tidak terlalu siginifikan.
Ia menambahkan,Satgas Pangan bersama Pemkab Tala juga menagarahkan jajaran Polsek-Polsek untuk melakukan cros cek di pasar-pasar yang ada di kecamatan, yang secara rutin dan kontinyu melaporkan perkembangan harga pangan di wilayah pasar masing-masing.
Sementara itu wakil bupati Tala Abdi Rahman mengungkapkan,melihat pada situasional saat sekarang memang yang namanya kenaikan harga pada barang-barang tertentu itu wajar.
“Seperti halnya ikan Haruan memang langka,dan kedepan menyangkut komiditi ikan Haruan dalam setahun atau dua tahun kedepan harus ada terobosan,di Tala sungai-sungai banyak sehingga potensi pengembangan ikan Haruan sangat besar,” kata Wabup.
Ia menambahkan, dengan langkanya ikan Haruan maka itu sejatinya menjadi tantangan dan potensi yang besar,dan untuk itu sudah memintakan dinas terkait untuk memikirkan potensi pengembangan ikan Haruan,kalau perlu bahkan Tala sebagai produk ikan Haruan terbesar,karena sekarang orang begitu suka mengkonsumsi ikan Haruan,termasuk bagi wabup Tala begitu suka dengan ikan Haruan,karena dalam 1 hari wabup harus makan ikan Haruan,ungkapnya pula.
Wabup juga meminta kepada dinas terkait dalam hal distribusi sayur-sayuran agar sayuran maupun buah-buahan maupun yang lainnya yang ada di pasar Pelaihari dari hasil petani di Tala juga,sehingga mata rantai distribusi pangan di Tala tidak terlalu panjang.
Dalam situasi penataan pedagang di pasar juga tidak lepas dari perhatian wabup Tala.
Terhadap penataan pedagang wabup pun meminta dinas terkait untuk menatanya kembali,agar pedagang nyaman dalam berjualan.
“Masukan dari masyarakat dan media sangat di harapkan dalam rangka pembenahan pasar,sampaikan ke wabup atau DPRD,dan tidak semata hanya untuk pedagangnya saja,namun juga pada penataan parkir kendaraan,dan optimis semua itu bisa terwujud,”tutup wabup.
Sementara dari data hasil survey bahan pangan pokok pada pasar Pelaihari oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala di minggu ke IV bulan Desember 2019 menyebutkan,untuk beras lokal per Kg sebesar Rp 15.000,beras unggul Rp 13.125 per Kg. Gula Rp 12.000,jagung pipilan kering Dp 6.000 per Kg,Daging ayam Ras Rp 23.000 per Kg,ayam kampung Rp 98.600 per Kg,bawang merah Rp 29.000 per Kg,bawang putih Rp 26.000 per Kg,daging sapi Rp 130.000 per Kg,cabe rawit (cabe lokal) Rp 80.000 per Kg,cabe merah besar Rp 20.000 per Kg,telur ayam ras Rp 27.000 per Kg,dan minyak goreng curah Rp 10.500 per liter.Tung

0
0%
like
4
80%
love
1
20%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook