PEMERINTAHAN

Sei Riam Sasaran Tehnologi Jajar Legowo Super

INFOTANAHLAUT.COM- Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari merupakan sasaran dari percepatan perbanyakan benih padi melalui implementasi teknologi budidaya padi Jajar Legowo Super, dengan varitas Inpari 30 Ciherang sub 1, inrpari 32 HDB, dan Inpari 33. Pola teknologi Jajar Legowa Super dengan menggunakan varitas tinggi dan di tanam dengan sistem Jajar Legowo banyak memiliki keunggulan saat panen.
Sabtu (5/8) pekan tadi di Desa Sungai Riam bupati Tala Bambang Alamsyah bersama kepala Bappeda Tala H Ahmd Nizar, kepala dinas tanaman pangan dan holtikulura M.Mustahdi, dinas peternakan dan kesehatan hewan, serta dari BPTP Balitbangtan Kalsel melakukan panen raya padi yang telah menggunakan pola tanam Jjar Legowo Super di kelompok tani Lok Dampar dan juga sekaligus melakukan tanam perdana Pajale di Desa Sungai Riam, di kelompok tani Mekar Tani.
Peningkatan produktivitas melalui perbaikan teknologi berupa pengembangan sistem Jarwo Super yakni suatu system usaha budidaya padi menggunakan tehnologi tanam di antaranya penggunaan benih unggul produksi tinggi, penggunaan pupuk hayati, penggunaaan bio dekomposer, pengendalian hama penyakit secara terpadu, serta penggunaan mekanisme pertanian.
Di Tala sendiri, pengembangan padi melalui system Jarwo Super seluas 150 ha yaka berlokasi di dua kecamatan, dan 5 desa serta terdiri dari 9 poktan.
Bupati Tala Bambang Alamsyah usai melakukan panen padi selanjutnya bersama petani setempat melakukan temu lapang bersama petani setempat.
Di kesempatan itu bupati mengatakan, tehnologi pertanian sekarang ini kian maju pesat, itu semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteran petani, tinggal bagaimana di petani sendiri, mau tidak menerapkannya, dan hal itu di perlukan pengorbanan dan usaha.
“Pemkab Tanah Laut melalui dinas terkait, menyangkut sektor pertanian terus memberikan dukungan, dengan cara membelikan petani peralatan pertanian,”kata bupati.
Pada panen padi di poktan Lok Dampar tesebut, padi yang telah di panen selanjutnya tidak untuk di konsumsi namun di distribusikan kembali ke petani sebagai benih.
Ketua Poktan Lok Dampat Waluyo usai panen padi kepada infotanahlaut.com mengatakan, pada pasca panen ini langkah selanjutnya memperluas areal sawah, dan memang banyak manfaat dengan sistem padi Jejer Legowo, dimana anakan buah padinya lebih banyak, dan di lahan ini bisa panen sampai 7 ton padi untuk jens padi Inpari 33 yang memang banyak di sukai petani karena bisa tanam 2 kali dalam setahun.
Di tempat yang sama kepala dinas tanaman pangan dan holtikultura Tala Mustahdi mengatakan, Di tahun 2017 ini, untuk peningkatan produksi padi guna mempertahankan swasembada beras di tingkat lokal, regional dan nasional menargetkan produksi padi hingga mencapai 220 ribu ton. Pencapaian sasaran tanam padi hingga musim tanam Oktober 2016 sampai Maret 2017 seluas 46.175 ha dari target 46.000 ha, dan sampai 31 Juli 2017 luas tanam padi sudah mencapai 66.456 ha dari target 55.750 ha.
“sasaran pengembangan tanaman padi tahun 2017 yakni luas tanam 55.750 ha, luas panen 53.620 ha, produksi 214.035 ton, dan provitas 39,92 KU/ha,”jelas Mustahdi.
Data dari dinas tanaman pangan dan holtikultura Tanah Laut produksi padi tahun 2016 mencapai 212.925 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 11,20 persen jika di banding produksi tahun 2015 sebesar 191.475 ton. Pada luas tanam 52.930 ha, luas panen 52.410 ha, produktivitas 40.63 kuintal/ha GKG, dan produksi 212.925 ton GKG.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook