PEMKAB TALA

Seknas BUMP Mou Dengan Pemkab Kembangkan Ternak Sapi

INFOTANAHLAUT.COM-Prospek bidang peternakan di Kabupaten Tanah Laut kian cerah, manakala Sekretaris Nasional Badan Usaha Milik Petani (Seknas BUMP) Indonesia melakukan kerjasama dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (Nota Kesepahaman) dengan Bupati Tala H.Sukamta awal bulan Oktober tadi di kediaman bupati Tala.
Dalam Mou tersebut Dr.Ir.S.Edi Waluyo selaku ketua Seknas BUMP Indonesia yang berkedudukan di Jalan Onta nomor 9 Kedungombo Wonogiri Jawa Tengah selaku pihak pertama, dan bupati Tala H.Sukamta selaku pihak kedua. Kedua pihak sepakat untuk kerjasama dalam pengembangan ternak sapi dan penguatan kelembagaan ekonomi petani di Kabupaten Tanah Laut. Mou sendiri berlaku selama 5 tahun sejak di sepakati. Mou juga turut di tanda tangani oleh penasehat Seknas BUMP Indonesia Prof.Dr.Ir.M. Winugroho,Msc, kemudian KH.MJuchran selaku pembina yayasan pondok pesantren Ushuluddin Desa Tambak Anyar Martapura Kabupaten Banjar, dan Ir.Suharyo kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala Ir.Suharyo,Selasa (9/10/2018) kemarin mengatakan, latar belakang adanya Mou karena di Kalimantan Selatan satu-satunya Kabupaten Tanah Laut yang memiliki Badan Usaha Milik Petani yang di bawah binaan Seknas BUMP Pusat. Karena ini skop Nasional maka BUMP di daerah harus memiliki Mou dengan Pemerintah Daerah setempat.
Suharyo menambahkan, tujuan BUMP bisa memiliki kekuatan dalam kerjasama, baik permodalan dengan pihak luar maupun pemasaran. Peluang perbankan pun terbuka luas untuk bisa memberikan kredit ke BUMP.
“Seknas BUMP juga bisa membantu memasok daging keluar daerah seperti ke kota Jakarta yang selanjutnya bisa di koneksikan ke Rumah Potong Hewan (RPH) PD Darma Jaya penyuplai daging di kota Jakarta, maka daging asal Tanah Laut bisa di pasarkan meluas di wilayah Jakarta, jadi jangan khawatir kalau daging sapi bakal terkonsumsi,”kata Suharyo.
Ia menambahkan, kebutuhan daging sapi untuk kota Jakarta sendiri selama ini pasokan dagingnya dari NTT, NTB dan India, maka ini peluang bagi peternak sapi Tanah Laut. Sementara untuk kebutuhan daging ayam 1 sampai 2 juta ekor perhari.
Dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala, stok ternak sapi di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 80.000 ekor yang terdiri dari campuran sapi Bali, PO, Crrosing (Persilangan) baik jantan, betina dan anakan. Sementara harga daging sapi per kilogram di pasar Pelaihari masih berada di Rp 125.000/Kg.
Ada aturan baru sekarang, bahwa kewajiban importir sapi 10 persen harus menyediakan sapi induk untuk selanjutnya di sebarkan ke petani guna menghasilkan anak, tutup Suharyo.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook