Sekolah Laut Lebih Pas Dipadukan Dengan Wisata – infotanahlaut.com
WISATA

Sekolah Laut Lebih Pas Dipadukan Dengan Wisata

INFOTANAHLAUT.COM-Sekolah Laut program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah memilih Desa Swarangan di Kecamatan Jorong sebagai fokus kegiatan sekolah laut. Pada kawasan pesisir Desa Swarangan sangat tepat jika di padukan dengan program pengembangan wisata, khususnya pengembangan wisata pantai. Kendati beberapa objek wisata pantai sudah ada di Tanah Laut, akan tetapi bentangan perairan di Kabupaten Tanah Laut sepanjang kurang lebih 200 km memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata pantai.
Kepala dinas pariwisata Tanah Laut Akhmad Kahirin, saat sosialisasi Sekolah Laut di aula kantor Kecamatan Jorong belum lama tadi mengatakan, terhadap Sekolah Laut yang kebetulan posisinya di sepanjang pantai, salah satunya pantai Swarangan hal itu di sambut gembira karena bisa sinergi antara wisata dengan program sekolah laut.
Sebagai mantan kepala dinas kehutanan, Akhmad Khairin tentu banyak memiliki catatan-catatan yang berkenaan dengan kondisi perairan dan tanaman khas pesisir pantai seperti Mangrove. Seperti halnya tanaman mangrove itu ada dua fungsi, bisa sebagai wisata dan bisa sebagai penahan abrasi air laut, kemudian juga jika ada gelombang pasang setidaknya bisa menahan atau memperkecil resiko bencana, karena Tanah Laut punya lebih dari 5.000 hektar lahan mangrove posisinya berada di muara sungai dan di sepanjang pantai, ungkapnya.
“Potensi keuntungan yang memang harus di mulai bersama-sama, baik Mangrove sebagai komoditi utama di pantai dan Sekolah Laut serta pariwisata sehingga ada fungsi ekonomi di keduanya,”tutup Khairin.baz
Sekolah Laut, bukanlah sekolah formal akan tetapi adalah suatu gerakan nasional untuk pengurangan resiko bencana. Kabupaten Tanah Laut satu dari 236 kabupaten yang di kategorikan beresiko bencana tinggi. Oleh BNPB di pilah 11 kabupaten dan di tumbuhkan kembali kesadaran masyarakat pesisir ataupun komunitas, sadar akan lingkungannya, kiranya dapat mengurangi resiko bencana di daerah pesisir pantai.
Pantai-pantai di Kabupaten Tanah Laut sendiri mengarah ke laut Jawa, hal itu sangat beresiko ada beberapa kemungkinan bencana dari hasil kajian BNPB salah satunya gelombang pasang (Banjir Rob). Imbas dari tsunami di Palu dan Donggala, terdeteksi ketinggian gelombang mencapai 2,5 sampai 3 meter di perairan Tabanio di Kecamatan Takisung dan Swarangan di Kecamatan Jorong. Kondisi demikian menjadi ancaman bagi masyarakat di pesisir, terlebih bagi pesisir yang tidak memiliki pertahanan pantainya seperti minimnya tanaman Mangrove atau Bakau. Untuk itulah di pacu kembali kesadaran masyarakat pesisir melalui Sekolah Laut agar bisa melihat gejala yang sewaktu-waktu ancaman laut mengintai pemukiman warga pesisir pantai, demikian hal di atas di utarakan Plt kepala BPBD Tala Suriansyah,ST di sela-sela sosalisai Sekolah Laut bagi warga Desa Swarangan di Kecamatan Jorong.
“Target personil sekolah laut sendiri ada 50 orang, di harapkan mereka akan dapat terus merekrut keanggotaan lain, kalau perlu mencapai 1.000 orang,”tutup Suriansyah.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook