PERISTIWA

Sekolah Sejibun Prestasi Dikelilingi Pagar Itu Masih Bisa Kehilangan Sepeda

INFOTANAHLAUT.COM-Hati-hatilah bagi siswa sekolah yang menggunakan sepeda, karena sekolah yang terlihat berpagar, walau ada pos satpamnya belum menjadi jaminan aman. Buktinya oleh salah seorang siswa di SDN Negeri Atu-Atu sebagai sekolah dengan sejibun prestasi, akan tetapi urusan kehilangan sepeda siswanya bisa terjadi.
SDN Negeri Atu-Atu baru kali pertama kehilangan sepeda muridnya. Itulah ia Muhammad Akrom Dzaki siswa kelas 4 di sekolah tersebut kehilangan sepedanya yang belum lama tadi di belikan orang tuanya seharga Rp 1,3 juta merek Aviator warna hitam lis hijau. Atas kehilangan sepeda tersebut orang tua Dzaki, Eka Yanti yang tinggal di Jalan A.Tilam Rt 08 Kelurahan Pabahanan melaporkan hal kehilangan sepeda anaknya ke Polsek Pelaihari Kota.
Hilangnya sepeda Dzaki sendiri menjadi sebuah tanda tanya, karena saat di parkir oleh Dzaki berada dalam lingkungan sekolah atau berada di tempat khusus parkir sepeda bagi siswa lainnya, namun sepedanya malah hilang.
Dalam laporan Polisi atas kehilangan, sepeda tersebut hilang pada hari Jum’at (26/10/2018) pekan tadi pada saat ada kegiatan ekstra kulikuler sekolah pada pukul 16.00 wita. Saat itu sekitar pukul 13.30 wita sepeda masih ada, akan tetapi 3 jam kemudian sepeda yang telah parkir di tempat parkir sepeda sudah tidak terlihat lagi manakala Dzaki hendak pulang.
Mengutip keterangan Eka Yanti sang ibu kandung Dzaki saat datang ke sekolah tersebut pada hari Senin (29/10/2018) kemarin, Eka Yanti, Selasa (30/10/2018) menuturkan, kami lapor ke pihak Kepolisian merupakan hak sebagai warga negara, kenapa pihak sekolah malah memanggil terus, dan yang kurang nyamannya dalam artian secara omongan, kenapa lapor polisi, mentang-mentang suaminya Polisi, terus pihak sekolah tidak akan mengganti karena tidak ada anggaran mengganti sepeda, untuk menggaji Satpam saja sekolah tidak mampu, itulah yang di ucapkan guru-guru, kata Eka.
Ia menambahkan, guru-guru malah menuduh mencemarkan nama baik sekolah dengan melaporkan kasus kehilangan sepeda tersebut ke Polsek Pelaihari kota. Intinya sebagai orang tua atau pihak korban jengkel dengan pihak sekolah, kejadian ini justru di dalam lingkup sekolah yang berpagar, parkiran sekolah ada, ngomongnya kesana kemari mau mengganti, yang pada dasarnya kata-kata mau mengganti itu cuma janji-janji semata.
“makanya kami lapor karena pihak sekolah terkesan tidak serius menanggapi, dan kami juga tidak berharap di ganti, kami sudah cukup sakit hati dengan dunia pendidikan di sekolah tersebut, semua karena sudah tahu dari apa yang di katakan para guru, yang intinya tidak akan mungkin mengganti,”beber Eka pula.
Melihat gejala tidak amannya sekolah tersebut, Eka bermaksud memindahkan anaknya ke sekolah lainnya, dan proses pengurusan kepindahan sekolah pun sudah dilakukan. Sekolah yang bakal di tempati Dzaki sendiri pun sudah siap menerima.
“Ini baru sepeda yang hilang sudah sebegitu kurang serius merespon, apalagi kalau siswa yang hilang atau di culik orang, apakah juga terpantau oleh sekolah, semoga saja tidak terjadi kehilangan siswa di sekolah yang katanya sudah sejibun prestasi tersebut, tapi masih kurang aman,”imbuh Eka.
Atas hilangnya sepeda ini pihak sekolah saat di konfirmasi mengakui kalau belakangan kondisi sekolah kurang aman.
Dwi Irma Iriani wali kelas Dzaki, saat di SDN Atu-Atu di konfirmasi menuturkan, baru sekali ini sekolah kehilangan sepeda siswa. Kami juga masih melakukan konfirmasi kepada siswa-siswa yang lain siapa tahu sepeda Dzaki di pinjam lalu lupa menaruh. Selain itu juga saat kehilangan sepeda tersebut guru-guru berupaya melakukan pencarian di sekitar lingkungan sekolah.
“saat itu memang ada kegiatan ekstra kulikuler sekolah berupa maulid habsy, Pramuka, Drum Band, dan Pencak Silat dilakukan. Pada kondisi pintu masuk sekolah sendiri hanya satu ada pintu di bagian depan dan kegiatan ekstra kulikuler juga digelar di lapangan bukan di dalam ruang kelas, sehingga dapat di lihat jelas kalau ada orang keluar atau masuk sekolah, dan pintu utama gerbang pun saat itu di tutup,”katanya.
Ia menambahkan, sekolah meminta di selesaikan secara kekeluargaan dan niat kami mengupayakan melakukan penggantian sepeda yang hilang.
Pasca hilangnya sepeda Dzaki, langkah kedepan pihak sekolah melakukan pengetatan pengamanan, dan soal rawan keamanan sekolah juga telah di laporkan ke komite sekolah. Diakui keadaan pagar sekolah juga tidak full mengelilingi sekolah. Sementara ada tenaga Satpam sekolah juga sekarang tidak ada lagi karena mengundurkan diri 6 bulan lewat, dan yang menggantikan serta merangkap sebagai Satpam adalah petugas kebersihan sekolah.
“seandainya jika belum di laporkan ke Polisi, pihak sekolah bersedia melakukan pergantian sepeda yang hilang tersebut,”kata Dwi Irma Iriani.
Sementara baru wali kelas Dzaki yang di mintai keterangan oleh Polsek Pelaihari Kota atas kehilangan sepeda tersebut.
Dikonfirmasi ke Kapolsek Pelaihari Kota AKP Shofiyah kemarin membenarkan adanya laporan dari orang tua Dzaki atas hilangnya sepeda tersebut.
“ya benar ada laporan kehilangan dan semua masih dilakukan penyelidikan, jadi doakan saja pelakunya bisa segera di ringkus,kata AKP Shofiyah.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook