KRIMINALITAS

Selipkan Pisau Didinding Hindari Pemeriksaan

INFOTANAHLAUT.COM- Aksi untuk berkelit kalau dirinya tidak membawa senjata tajam jenis pisau dilakukan Hurpani warga Pelaihari, saat ia tengah berada bersama sejumlah pemuda lainnya di sebuah warung malam di Jalan A.Yani Desa Ambungan Rt 8 Kecamatan Pelaihari, dirinya tidak bisa mengelak manakala saat adanya patroli rutin dari Polres Tala sekitar pukul 18.30 wita, pada Rabu (10/10/2018) lalu, ia kedapatan membawa senjata tajam, namun senjata tajam itu ia selipkan di dinding dekat rak minum samping toples warung minum malam tersebut.
Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto, Rabu (24/10/2018) dalam keterangan persnya mengatakan, sejumlah anak-anak muda di warung malam tersebut gerak geriknya mencurigakan, dan benar saja setelah dilakukan penggeledahan di temukan senjata tajam jenis pisau yang di selipkan di dinding.
“hal itu karena pemilik warung saat di tanyakan pisau milik siapa, maka kepemilikan pisau mengarah ke Hurpani, pelaku di jerat pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara,”kata Kabag Ops.
Sementara pengakuan Hurpani, ia membawa pisau tersebut untuk menjaga diri dari ancaman bahaya.
Pisau yang lengkap dengan sarungnya berwarna hitam sepanjang 18 cm itu pun kini menjadi barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
“untuk menciptakan suasana yang aman, Polres Tala terus intens melakukan patroli, karena sekarang sudah ada Satgas Anti Premanisme, maka di setiap sudut-sudut keramaian atau pada lokasi-lokasi yang di anggap rawan aksi premanisme di lakukan patroli dan bahkan mungkin melakukan penyamaran oleh anggota,”tutup Kabag Ops.
Sementara itu reskrim Polres Tala juga berhasil mengamankan 3 orang pelaku pengeroyokan. Aksi pengeroyokan dalam pengaruh mabuk minuman keras tersebut terjadi cek cok mulut atas persoalan lama. Pengeroyokan terjadi di pasar Tuntung Pandang Pelaihari sekitar pukul 16.30 wita pada bulan September lalu.
Tersangka Purna Irawan warga Jalan Pintu Air Pasar Tapandang Berseri Rt 24 Kelurahan Pelaihari harus berusan dengan Polisi.
Awalnya Hasbuan sebagai korban beserta dua orang lainnya M.Syarif Hidayatulah sedang mabuk. Korban terlibat cek cok mulut dengan Syarif dan Syarif langsung memukul dengan sebilah kayu balok 5×5 cm dan panjang 90 cm serta menendang korban hingga sampai terjatuh. Melihat keadaan tersebut Purna Irawan pun ikutan memukul korban. Korban pun mengalami pendarahan hebat di bagian hidung dan tidak terima atas perlakuan yang ia dapat, sehingga melaporkanya ke Polisi.
Maka pada hari Sabtu (20/10/2018) lalu Polisi sekitar pukul 23.00 wita, pelaku dapat di tangkap dan di proses lebih lanjut. Barang bukti kayu balok pun menjadi saksi atas aksi pengeroyokan tersebut. Aksi pengeroyokan para pelaku di jerat pasal 170 KUHP dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara.
Dari hasil operasi Polres Tala unit Satnarkoba berhasil mengungkap dan mengamankan 5 pelaku narkoba jenis sabu-sabu. Mereka yakni Pu’sai warga Jalan Karang Jawa Rt 004/002 Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari dengan barang bukti sabu seberat 0.10 gram dalam plastik klip, satu unit ranmor Suzuki Smash warna biru DA 4788 LH, dan 1 HP. Kemudian pelaku Aris warga Desa Ranggang Rt 10 Kecamatan Takisung dengan barang bukti paket sabu seberat 0,17 gram, uang Rp 100.000, dan HP.
Pelaku lainnya Dadang warga Jalan Abdul Muntalib II Rt 3/1 Desa Padang Kecamatan Bati-Bati dengan barang bukti paket sabu seberat 0,50 gram, sepeda motor Honda revo warna merah DA 2060 JR, 1 buah HP, 1 pipet kaca, dan kertas timah rokok. Pelaku terakhir yakni Fitriyadi warga Komplek Takisung Permai Gang Duren Rt 9/4 Kelurahan Karang Taruna dan M.Faisal warga Jalan Niaga Gang Baru Rt 13/4 Kelurahan Pelaihari dengan barang bukti sabu dalam plastik klip seberat 0,15 gram, uang tunai Rp 400.000, Honda Scopy DA 6035 LAZ warna merah, 2 buah HP, 5 sedotan plastik putih yang di potong miring, 1 pipet kaca, 1 bong dari kaca, 11 lembar plastik klip transparan.
Kesemua pelaku di jerat dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun penjara.
Hasil ungkap kasus senjata tajam, pengeroyokan dan narkotika tersebut di sampaikan pada Rabu (24/10) dalam kegiatan pres release Polres Tala dalam bingkai “Journalist Day”.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook