PUBLIK

Siap-Siap Terima Sanksi

INFOTANAHLAUT.COM-Setelah cuti hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan tidak hadir pada apel gabungan di halaman kantor bupati Tala, Senin (10/6/2019) kemarin tanpa alasan yang jelas alias tiada kabar, maka siap-siap sanksi tindakan disiplin bakal di terima.
Tercatat, tingkat kehadiran ASN usai cuti bersama hanya 97,6 persen saja. Padahal dengan jelas rambu-rambu untuk kehadiran usai cuti bersama telah ada, yakni telah di tuangkan dalam Surat Keputusan (SK) dari Menteri Penyadagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI nomor B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, tertanggal 27 Mei 2019 yang di tanda tangani oleh Menteri Menpan RB Syafruddin.
Dalam SK tersebut terdiri dari 4 point untuk menjadi perhatian para ASN. Pada point 1, yakni pemantauan terhadap kehadiran ASN seusai cuti bersama hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah yakni pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019. Point 2, laporan hasil pemantauan di input melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id pada hari yang sama paling lambat pukul 15.00 wib. Point 3, terhadap ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah pada tanggal 10 Juni 2019, maka di jatuhi hukuman disiplin karena melakukan pelanggaran terhadap kewajiban pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, dan point 4, penjatuhan hukuman disiplin kepada ASN di laporkan ke Menpan RB paling lambat 10 Juli 2019.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Tala Haiurl Rijal, Senin (10/6/2019) kemarin mengatakan, sesuai dengan SK Menpan RB tersebut maka bagi ASN yang tidak bisa hadir harus ada surat ijin dari SKPD yang bersangkutan, jika masih sakit juga harus ada surat keterangan dari dokter. Data absensi atau kehadiran selanjutnya di olah oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyangkut rekap absen Figer Print (Absen sidik jari) di tiap-tiap SKPD.
Hukuman atau sanki jelas ada terang Rijal, sanksi terdiri dari kategori ringan berupa teguran tertulis, sanksi sedang berupa penurunan atau penundaan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat, dan penurunan pangkat 1 tahun. Dan pada sanksi berat berupa penurunan pangkat 1 tingkat selama 3 tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan, pembebasan jabatan dan pemberhentian dengan tidak hormat.
“Kemungkinan terlambat ada, namun yang di laporkan yang tidak hadir,”kata Rijal.
Dari kehadiran ASN di hari perdana pasca cuti bersama hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah tercatat dari rekapitulasi kehadiran pada hari Senin (10/6/2019)
oleh Bidang Mutasi, Data dan Informasi pada Sub Bidang Pemberhentian, Disiplin dan Penghargaan Aparatur di BKPSDM Tala menyebutkan tingkat kehadiran hanya 97,6 persen.
Di antara ASN yang tidak hadir ada ijin atau cuti sebanyak 31 orang, sakit 8 orang, dan sedang dinas dalam kabupaten 80 orang. Sementara yang tidak hadir dan tidak melaksanakan absen atau tanpa keterangan sebanyak 60 orang.Tung

5
71%
like
2
28%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook