PUBLIK

Siapa Saja Boleh Manfaatkan Gedung Eks SDN Kayu Abang 2

INFOTANAHLAUT.CIM-Dinas Pendikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanah Laut membuka seluas-luasnya dan selebar-lebarnya kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan eks bangunan SDN Kayu Abang 2 di Desa Kayu Abang Rt 45 Kecamatan Tambang Ulang yang kini kosong.
Bangunan tersebut dari sejarahnya di bangun era program transmigrasi di Desa Kayu Abang pada jaman pemerintahan presiden Suharto sekitar tahun 1998. Namun lantaran muridnya sangat sedikit, disamping kondisi sekolah yang selalu mengalami banjir, maka sekolah itu pun oleh Disdikbud Tala di tutup total.
Abdillah kepala Disdikbud Tala, Senin (18/3/2019) saat di konfirmasi mengatakan, menyikapi bangunan eks SDN Kayu Abang 2 itu pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam hal ini Disdikbud memberikan kesempatan kepada masyarakat atau lembaga-lembaga pendidikan, dan mungkin lembaga sosial lainnya untuk bisa memanfaatkan bangunan tersebut.
“Tentu saja dengan pemanfataan tersebut maka bahan-bahan material juga akan bermanfaat. Untuk itulah bagi lembaga pendidikan seperti Madrasah Diniyah atau mungkin pondok pesantren dan lembaga sosial yang ingin memanfaatkan bangunan, ajukan saja permohonan atau usulan ke Pemkab Tala melalui Disdikbud untuk selanjutnya di proses hibahnya,”jelas Abdillah.
SDN Kayu Abang 2 sendiri secara resmi telah di tutup Disdikbud pada 3 tahun silam. Para guru-gurunya juga telah di pindah tugaskan ke sekolah lain. Tidak jauh dari SDN Kayu Abang 2 atau kurang lebih 1 km terdapat SDN Kayu Abang 1. Sebagian murid-murid yang dulu sekolah di SDN Kayu Abang 2 pun di pindahkan ke SDN Kayu Abang 1 karena posisinya berada dekat pemikiman warga.
Dari pengamatan langsung ke bangunan eks SDN Kayu Abang 2 yang berada di daerah rawa-rawa memperlihatkan kondisi lantai berlapis kayu Ulin masih sangat terlihat masih kuat, termasuk dinding sekolah maupun pada bagian plafonnya juga masih bagus, hanya saja terlihat kotor.
Di ruang guru, lemari-lemari penyimpan buku sudah rusak dan buku-buku paket sendiri nampak berserakan di lantai dalam kelas, sebagian bahkan ada yang berserakan di teras kelas. Terdapat pula alat peraga tubuh manusia juga masih ada namun sudah hilang komponen-komponen organ tubuhnya.
Ada 4 kelas dan 1 ruang guru di sekolah itu, dan di tambah 2 unit rumah dinas bagi guru yang berada di samping kiri belakang sekolah juga masih kokoh berdiri, akan tetapi pada bagian pintu rumah yang sudah rusak dan jalan masuk ke rumah dinas guru pun sudah tertutup rumput rawa setinggi hampir 1 meter.
Pada halaman sekolah yang di gunakan untuk upacara bendera siswa maupun kegiatan siswa lainnya memang berada pada dataran rendah, dan subur tumbuh oleh rumput rawa. Tidak jauh dari halaman sekolah terdapat sebuah parit berukuran lebar 3 meter dengan air yang jernih namun cukup dalam, maka pada saat musim penghujan luapan air parit meluber ke halaman dan untuk air surut konon kabarnya bisa sampai berminggu-minggu lamanya.
Pejabat sementara kepala Desa Kayu Abang Ratih Purwono saat bersama-sama mendatangi bangunan SDN Kayu Abang 2 mengatakan, selaku aparatur desa siap saja jika di serahkan oleh Disdikbud ke desa, akan tetapi sejauh ini juga belum bisa menentukan kepentingan untuk apa bangunan tersebut.
“kami aparatur pemerintahan desa bersama warga juga terbuka saja kalau ada pihak lain seperti yayasan pendidikan atau lembaga sosial yang ingin memanfaatkannya, intinya sepanjang masih bisa di gunakan, sehingga bisa membawa efek berkembangan pemukiman sekitar bangunan SDN,”ungkapnya.
Keadaan lebih tidak memungkinkan lagi di sekitar eks SDN Kayu Abang 2, karena jumlah warga di sekitarnya kini hanya sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) dari awalnya kurang lebih 300 KK.
Menurut Ratih Purwono pula, memang awalnya sekolah ini di bangun untuk kepentingan pendidikan bagi anak-anak Transmigrasi yang ada di sekitar sekolahan, akan tetapi seiring waktu, warga transmigrasi mulai berkurang, sebagian ada yang kembali ke daerah asalnya maka lambat laun berpengaruh kepada murid-murid di SDN Kayu Abang 2.
“Barangkalai yang cocok untuk pemanfaatan bangunan SDN Kayu Abang 2 adalah di jadikan pondok pesantren, karena tidak jauh dari bangunan ada terdapat masjid warga, sehingga perlu rehab ringan saja, dan memang cocok pesantren karena lokasinya tenang walau agak jauh dari jalan desa utama,”tutup Ratih Purwono.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook