RELIGI

Sirnakan Sifat Keangkara Murkaan

INFOTANAHLAUT.COM- Umat hindu di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar dalam menyambut hari raya Nyepi tahun baru Saka, melaksanakan upacara adat berupa Ogoh-Ogoh.
Upacara adat ogoh-ogoh yang menggambarkan sebuah penentuan sikap untuk menghilangkan rasa keangkara murkaan di muka bumi ini, di mana ogoh-ogoh yang di gambarkan dalam 2 buah patung berukuran besar, selanjutnya kedua patung pun di arak keliling perkampungan yang rata-rata di huni warga hindu turuan Bali.
Upacara adat ogoh-ogoh turut di hadiri asisten 3 Drs.Noor Hidayat serta Salam selaku kepala desa setempat, Sabtu (17/3) kemarin.
Dalam upacara ogoh-ogoh sejumlah umat hindu dari yang muda dan tua mengenakan pakaian adat, dan menjalani serangkaian upacara adat berupa ibadah sebelum ogoh-ogoh di arak keliling kampung.
Di jelaskan Wayan Susane, selaku kepala adat setempat, ada beberapa Brate yakni Brate Lelangoan, Bbrate Karye, Brate Mati Geni. Aktivitas apapun di hentikan, dengan maksud lain untuk mengheningkan cipta kepada yang maha kuasa.
“sebelum perayaan hari raya Nyepi dilakukan rangkaian kegiatan lain berupa Tawur Agung atau dengan kata lain membayar apa yang di ambil di dunia ini, dan Agung artinya dunia atau alam, kemudian adanya sifat keangkara murkan harus di hilangkan dan di gambarkan dengan ogoh-ogoh,” jelasnya.
Menghilangkan sifat angkara murka bagi manusia itu selanjutnya dengan membakar ogoh-ogoh.
Asisten 3 Noor Hidayat mengatakan, keragaman budaya di Indonesia merupakan anugerah dari sang pencipta alam ini.
Makna yang terbesar dalam upacara ogoh-ogoh tentu menjadi inti sari yang harus di jalankan umat hindu.
Selesai pelaksanaan upacara ogoh-ogoh, di teruskan dengan hari raya Nyepi, dimana bagi umat hindu di Desa Tajau Pecah selama satu hari dilarang untuk keluar rumah, sementara untuk melakukan pengawasan di perkampungan di siapkan personil khusus yang di sebut Pacalang.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook