KESEHATAN

Siswa SD Jadi Korban Nyamuk DBD

INFOTANAHLAUT.COM- Vanesha Kaila Onibala (8) perempuan yang masih duduk di bangku SD kelas 2 di SDN Pelaihari 4 menjadi korban serangan DBD. Kepergian bocah perempuan ini sudah 4 hari lalu, dimana segala usaha untuk pengobatan di rumah sakit telah di lakukan, namun umurnya berakhir pada Rabu (13/12) lalu sekitar pukul 17.00 wita di rumah sakit swasta di kota Banjarmasin.
Di temui di rumahnya di jalan Parit Baru Rt 20 Kelurahan Angsau, Selasa (19/12), nampak tenda yang kerap di gunakan untuk acara perkawinan belum di lepas, karena memang masih dalam masa berduka sampai 7 hari pasca meninggalnya Vanesha.
Kristina, sang nenek Vanehsa merasa terpukul atas tiadanya cucu kesayangan tersebut. Raut wajah nenek Vanesha nampak begitu sedih atas kehilangan cucu tercintanya.
Sementara itu derita Vanesha rupanya juga menular kepada sang ibunya. Paulina Budi Astuti sang ibu pun terbaring di salah satu ruang bernama Azahra lantai 5 pada salah satu rumah sakit swasta di kota Pelahari karena di vonis mengidap DBD, yang saat itu juga di tunggu oleh sang suaminya Michael Raleud Onibala.
Paulina menuturkan, awalnya badan Vanesha panas, setelah di bawa ke dokter anak di nyatakan terkena amandel.
Pada hari Senin (18/12) Vanesha pada kakinya mengalami dingin di tambah sesak nafas, dan kami bawa ke rumah sakit lagi, dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan tes darahnya maka di nyatakan positif terkena DBD, dan Vanesha pun di rujuk ke rumah sakit di Banjamasin,kata Paulina.
“saya cukup mengantar sampai UGD di rumah sakit Banjarmasin, karena Vanesha masih punya adik kecil, sehingga seterusnya di dampingi bibinya Vanesha. Saya pun tidak menyangka kalau juga terkena DBD, karena saat pulang ke rumah badan pun meriang,” imbuh Paulina.
Atas kasus DBD yang telah memakan korban jiwa, Dinas Kesehatan Tanah Laut, kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Antonius Jaka, di konfirmasi mengatakan, langkah pengasapan (fogging) sudah di lakukan di sekitar rumah Vanehsa sehari setelah kejadian tersebut.
Selain itu tambah Antonius, pelaksanaan fogging tidak semata hanya di lingkungan tempat Vanesha, namun di sekolah Vanesha pun di lakukan, dengan harapan dapat mengurangi nyamuk DBDB dewasa.
“langkah yang tepat di saat musim-musim penghujan ini yang paling tepat adalah 3 M, karena memang di ketahui bersama bahwa nyamuk DBD paling suka jik ada genangan air yang tenang,” jelas Antonius.
Data dari Dinas Kesehatan menyebutkan, kasus DBD tahun ini masih kecil di banding beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 ada sebanyak 373 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 3 orang. Di tahun 2016 381 kasus dan yang meninggal 5 orang, dan di tahun 2017 sampai dengan bulan Desember 2018 ini ada 42 kasus dan yang meninggal 1 orang.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook