KECELAKAAN

Solar Dan Kayu Ilegal, Hingga Penyelewengan Gas

INFOTANAHLAUT.COM- Seakan tiada jera ketika pelaku yang melakukan perbuatannya menyalahi aturan hukum seperti membeli solar dalam jumlah ribuan liter yang bersubsidi dari pemerintah untuk selanjutnya akan di jual kembali ke sebuah kawasan yang jauh dari kota, dengan maksud untuk mengais keuntungan tanpa menghiraukan aturan tentang BBM.
Kemudian, membawa puluhan gating kayu Ulin dalam bentuk plat yang memang jenis kayu ini di larang untuk di tebang, hingga menyalahi aturan untuk armada Gas Elpiji isi 3 Kg bersubsidi itu.
Seperti halnya Amir warga Desa Kuala Tambangan, ia membeli solar di sebuah SPBU dalam jumlah ribuan liter. Solar subsidi yang di beli Amir yang menggunakan armada mobil pick up L300 warha hitam nomor polisi DA 9450 LB, solar-solar di dalam sebuah jerigen isi 30 liter sebanyak 58 jerigen, yang selanjutnya akan ia jual kembali ke Desa Kuala Tambangan seharga Rp 5.700 per liter. Amir pun terancam kurungan paling lama 6 tahun dan denda Rp 6 milyar rupiah, karena melanggar pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Pelaku lainnya Andi Fajar Setiawan warga Pelaihar, dengan menggunakan dump truk super HD warna kuning nomor polisi DA 1677 L yang sarat kayu ulin sebanyak 5,5 meter kubik dalam bentuk plat. Andi di cegat anggota Sabhara Polres Tala saat melintas di jalan A Yani Desa Sarang Halang, dan angkuatnnya tidak di sertai dengan dokumen yang sah, dan ia pun terancam 1 atau paling lama 5 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar karena melanggar pasal 83 Ayat 1 huruf b dan atau pasal 88 ayat 1 huruf a UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
Sementara bagi pelaku M.Pitriadi warga Kecamatan Panyipatan juga harus berususan dengan polisi lantaran melakukan penyelewengan atau menyalahi prosedur tentang angkutan tabung Gas Elpiji ini 3 Kg, diaman prosedur tentang angkutan tabung gas elpiji standar dari PT. Pertamina, yakni dengan bak di rancang sedemikian rupa dari batangan besi-besi dan bertuliskan logo PT. Pertamina, namun di armada Pitriadi hal itu tidak ada.
ia menggunakan armada mobil pick up kecil warna hitam dengan nomor Polisi DA 9175 LF dengan muatan tabung gas elpiji 3 kg sebanyak 240 tabung. M.Pitriadi di anggap menyalahi aturan angkutan tabung gas elpiji, dantabung-tabung gas isi 3 kg itu akan ia jual kembali ke wilayah Kecamatan Panyipatan. Pitriadi sendiri di ancam kurungan selama 4 tahun, karena melanggar pasal 53 huruf b UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dan denda paling tinggi Rp 40 miliar rupiah.
Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat, Rabu (10/5) kemarin dalam keterengan persnya mengatakan, penangkapan terhadap pelaku-pelaku di atas adalah upaya keras dari jajaran Reskrim Polres Tala yang di back up unit Sabhara dan Satlantas di akhir bulan April dan di awal bulan Mei lalu.
“ upaya pencegahan dan tindakan yang merugikan negara tetap terus di gencarkan di wilayah hukum Polres Tanah Laut, untuk itu peran serta masyarakat juga di butuhkan untuk memberikan informasi tentang penyelewengan barang yang bersubsidi dari pemerintah,” ungkap Iwan.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook