SALAM REDAKSI

Solidnya Parpol Menjadi Barometer Menang Dipilkada

INFOTANAHLAUT.COM- Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) atau biasa di sebut Pilkada sebagai sebuah ajang pergantian pimpinan kepala daerah yang telah habis masa jabatanya setelah 5 tahun memimpin, tentulah tidak lepas dengan yang namanya peran Partai Politik.
Di ajang pilkada tersebut peran parpol sebagai sarana politik bagi setiap pasangan calon sangatlah di butuhkan,karena memang di haruskan dalam sebuah persyaratan oleh lembaga pelaksana Pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengisyaratkan harus melibatkan parpol.
Seperti halnya Kabupaten Tanah Laut,dimana masyarakatnya yang terbentang dan tersebar di 11 kecamatan telah melaksanakan pilihan pimpinan di daerah ini pada tanggal 27 Juni 2018 lalu,dan agenda Pilkada juga bersamaan dengan beberapa provinsi lainnya di Indonesia dalam Pilkada serentak. Tercatat ada 117 daerah,17 provinsi,115 kabupaten,dan 39 kota yang secara serentak melakukan Pilkada,dan 27 Juni 2018 di tetapkan pula sebagai hari libur nasional.
Arena Pilkada di Kabupaten Tanah Laut telah berlalu dan kini tinggal menanti hasil perolehan suara secara resmi dari KPU kepada kedua paslon kelak setelah melalui rapat pleno rekapitulasi perolehan di tingkat kabupaten yang di jadwalkan pada tanggal 5 Juli 2018.
Peran parpol di Pilkada yang telah mengusung masing-masing jagoannya sudah bekerja maksimal siang maupun malam. Gerakan kampanye dialogis lebih banyak di gunakan oleh masing-masing calon berikut parpol pendukung maupun pengusung,karena saat momen kampanye bertepatan dengan datangnya bulan suci ramadhan 1439 hijiriah. Mendapat jadwal kampanye terbuka,sebagai kampanye terakhir menuju masa tenang, bagi paslon nomor urut 1 nampaknya tidak begitu besar-besaran memanfaatkan jatah kampanye terbuka itu,sementara bagi paslon nomor urut 2 memanfaatkan kampanye terbuka dengan menggelar panggung berukuran besar di lapangan sepak bola Desa Tirta Jaya Kecamatan Bajuin yang klop pula di hadiri para ketua parpol pendukungnya,termasuk hadirnya guberbur Kalsel H.Sahbirin Noor atau biasa di sapa Paman Birin yang notabenya ketua DPD Golkar Kalsel.
Dua paslon yang di gadang-gadang dari satu kecamatan ke kecamatan lain menjadi harapan kemenangan,jelaslah tidak lepas dari peran parpol yang turut mensosialisasikan jagoanya masing-masing.
Kedua paslon diakui saling melontarkan program kerjanya selama 5 tahun kedepan kepada rakyat saat berkampanye,dan hal itu pun turut pula di back up parpol pengusung dan pendukung yang sudah merapat.
Diketahui,seperti halnya paslon nomor urut 1 atas nama H.Sukamta yang notabenya wakil bupati dari Bambang Alamsyah sebagai bupati Tala 2013-2018 hingga sampai tanggal 28 Juli 2018 kelak jabatan keduanya sebagai bupati dan wakil bupati Tala berakhir,namun kini Sukamta menggandeng Abdi Rahman anggota DPRD Tala dari partai Gerindra dan menjadi rivalnya Bambang Alamsyah di ajang Pilkada 2018-2023,mereka hanya di usung 3 parpol yakni Gerindra, PKS dan PKPI.
Sementara paslon nomor urut 2 atas nama Bambang Alamsyah yang berpasangan dengan Ahmad Nizar mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanah Laut,parpol pengusungnya tidak tanggung-tangung memboyong partai yang memiliki kursi di DPRD Tala yakni PDIP sebagai partai pengusung dan parpol pendukungnya yakni Golkar,Nasdem,PPP, PKB,PAN,Demokrat dan Hanura.
Kekuatan dukungan parpol tentulah menjadi barometer untuk pengumpulan pundi-pundi suara di hari H pelaksanaan pemilihan agar kemenangan bisa di raih.
Namun,dalam perjalanannya semua publik sudah dapat melihat dengan mata kepala sendiri,bahwa dukungan dari parpol yang sedikit justru dapat memenangkan pertarungan di Pilkada ini.
Beberapa kalangan pun beragam menilai atas pertarungan paslon di Pilkada,terlebih kepada parpol pengusung dan pendukung yang masing-masing mengklaim punya massa pada setiap lini hingga sampai ke kecamatan. Banyak dukungan parpol,maka di asumsikan banyak massa dan otomatis banyak suara.
Mantan ketua KPU Tala Kamaru Zaman yang sudah malang melintang 2 periode bergelut dengan dunia politik,sejak tahun 2013 sampai 2018,dan 2018 sampai 2023 di akhir masa jabatanya,sedikit berbagi pandangan tentang politik di Kabupaten Tanah Laut.
“Ya,banyak dukungan parpol ternyata tidak menjamin banyaknya masyarakat memilih,sebaliknya sedikit dukungan parpol yang mengusung di luar dugaan ternyata membuahkan hasil,”katanya.
Sebagai pengamat politik ia menambahkan, hal demikian yang dapat menentukan pilihan adalah figur calon itu sendiri, beberapa kali Pilkada langsung di Tanah Laut selalu di menangkan oleh paslon yang di dukung oleh sedikit parpol. Kemudian juga terhadap mesin partai pengusung juga cukup menentukan. Banyak parpol pendukung tapi barangkali mesin parpolnya tidak jalan,maka dari itulah nilainya juga akan kurang maksimal.
Lantas apakah ongkos politik berpengaruh ?
Menurut Kamaru Zaman,hal itu juga cukup mempengaruhi,tim pemenangan dan parpol pengusung tentu perlu biaya dalam menjalankan strategi menjual visi misinya,ujarnya.
Kemenangan paslon 1 akhirnya tinggal menunggu detik-detiknya saja lagi. Hanya dengan power 3 parpol,paslon 1 telah meraup suara di atas 60 persen, sementara paslon nomor 2 hanya di atas 30 persen dari hasil Quick Count website resmi KPU RI.
Apa kiranya yang menjadi strategi bagi paslon nomor 1 bisa meraih kemenanangan di Pilkada Kabupaten Tanah Laut tahun 2018 ini.
Ketua DPD PKS Kabupaten Tanah Laut Ihkwan Khariri pun tak segan untuk memberikan gambaran tentang apa yang menjadi prosedur utama dalam memenangkan Pilkada bersama 2 parpol pendukungnya Gerindra dan PKPI.
“Sukamta dan Abdi Rahman bisa sukses di Pilkada kali ini,karena keduanya cerdas memerankan tim,baik parpol relawan dan jaringan-jaringan yang mendukung. Satu sisi dengan sedikit parpol lebih mudah untuk membangun kesolidan dan lebih mudah dalam mengkoordinir,karena dengan sedikit parpol potensi konfliknya lebih sedikit pula dari pada parpol yang banyak,”jelasnya.
Ia menjelaskan,yang kedua mereka memberi tugas dan peran yang jelas, sehingga tidak terjadi overlaping bekerja dengan tim relawan dan jaringan-jaringan lainnya,ungkap Ihkwan.
Politik butuh modal,apa lantas juga berpengaruh ?
Menurut Ihkwan Khariri,modal memang ada pengaruhnya,akan tetapi tidak menentukan dalam Pilkada,karena belum tentu yang punya modal banyak di pastikan menang,walau tidak bisa di pungkiri perlu modal. Punya modal tapi kalau timnya tidak solid dan salah dalam memilih orang dan tidak tepat strategi,maka juga akan sulit untuk menang,tutup ketua DPD PKS yang masih muda ini.
Paslon 2 yang mendapat dukungan dari 8 parpol tentu banyak kalangan berasumsi bahwa kemenangan bisa mutlak di raih,namun dalam perjalanannya justru menjadi sebuah perjuangan yang berat yang harus di pikul bersama.
Satu di antara 7 parpol pendukung sebut saja partai Nasdem. Partai besutan Surya Paloh di bawah komando Edy Porwanto,SE ini pun sedikit berbagi cerita.
Pemenang di Pilkada seperti paslon itu adalah suatu kesatuan dari paslon itu sendiri. Figur yang di dukung dengan kekuatan parpol,relawan semuanya telah besrsinergi. Di parpol sendiri di perlukan yang namannya operasioanal,termasuk militansi masing-masing kader,relawan yang juga bergerak sinergis,kata Edy.
Pentolan yang hijrah dari partai Golkar Tanah Laut ini melihat kenapa pada perolehan suara juah dari yang di prediksi,hal ini melihat pada prilaku pemilih setiap daerah berbeda,tantangan di masing-masing daerah berbeda. Khusus untuk wilayah kota sendiri prilaku pemilih cenderung sangat dinamis.
Lantas kenapa dukungan banyak parpol tapi masih belum mencapai target?
Menurut Edy,kecenderungan lebih banyak atau sedikit parpol,lebih baik banyak,namun peluang kemenangan adalah di figur. Leadernya harus bisa mengkondisikan parpol pendukung,bahkan parpol pendukung harus mengimbangi leadership yang kuat dari figur itu sendiri.
Yang di tekankan adalah loyalitas kader,karena ideilogi tidak akan terpengaruh dengan dinamika internal yang terjadi,papar Edy yang juga sub manajer salah satu dealaer sepeda motor terbesar di kota Pelaihari ini.
Parpol yang ketika ia menyatakan merjer satu sama lain,sudah saatnya full fight,solid dalam rangka memenangkan jagoanya di Pilkada. Sukses menghantar jagoannya,maka menjadi tolak ukur untuk kemungkinan dapat menambah perolehan kursi di DPRD saat memasuki Pemilu Legislatif (Pileg),semoga.Tung

1
16%
like
5
83%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.