SERBA-SERBI

PSP3 Diminta Gali Potensi Didesa

INFOTANAHLAUT.COM- Sesuai dengan tugasnya sebagai penggerak pembangunan, berharap mereka bisa melihat hal-hal yang menjadi potensi di desa tempat bertugas di desa yang belum bisa, atau belum di kelola oleh masyarakat maka Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3) lah yang harus menggerakkannya, demikian hal itu di sampaikan bupati Tala H.Bambang Almsyah pada pelepasan PSP3 di halaman stadio Pertasi Kencana Pelaihari, Rabu (24/1).
“turun ke desa bukan sebagai pengamat, dari kekurangan apa yang ada di desa itulah bagaimana para PSP3 ini menggerakkan atas potensi di desa yang belum di gerakkan sama sekali, jadi itulah yang menjadi indicator keberhasilan mereka, bahwa ada hal-hal baru yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bambang.
Ide-ide baru dari PSP3 di harapkan akan dapat menggerakkan potensi di desa. Sementara jika menyangkut adanya ide yang hendak di kembangkan oleh PSP3, maka di butuhkan dana. Terkait dana sendiri banyak cara yang bisa di tempuh.
Menyangkut dana, bupati Tala kembali menjelaskan, untuk dana sendiri bisa di lalui melalui jalur kredit di perbankan yang saat sekarang menawarkan pinjaman kredit permodalan usaha. PSP3 jangan bisa berpikir ketika mereka menggerakan potensi desa selalu berharap kepada pemerintah yang seakan selalu menyediakan dana, dengan begitu apa bedannya dengan Pemkab membangun lewat perdesaan atau yang sudah ada di Pemkab, atau kalau perlu SP3 mampu meyakinkan ada investor yang masuk ke desa, baru itu yang bisa di katakana berbeda dan berhasil.
Program SP3 tahun 2018 ini melepas 20 orang yang tersebar di 5 kecamatan yakni Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Bati-Bati, Tambang Ulang dan Takisung. Dari 20 orang SP3, 6 orang di antaranya merupakan SP3 lanjutan, selebhnya personil baru. Namun mekanisme perekrutan tetap sama dengan yang baru.
Dalam 1 desa bertugas 1 orang PSP3 dan masa kerja mereka akan berakhir pda 31 Desember 2018 mendatang.
Para SP3 sendiri selama menjalankan tugasnya di desa mendapatan insentif sebesar Rp 2 juta per bulan.
Salah seorang anggota PSP3 Abdul Muta’ali yang bertugas di Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari menuturkan, langkah selanjutnya jelas ke Kecamatan terlebih dahulu untuk memberitahukan keberadaan PSP3 di desa, selanjutnya di desa pun melaporkan keberadaan PSP3 kepada kepala desa yang bersangkutan, baru kemudian melakukan sosialisasi dan memperkenalkan program kerja.
“awalnya jelas melakukan pemetaan desa, melakukan analisis potensi desa untuk selanjutnya di gerakkan dan di padukan dengan program dari PSP3 sendiri,” jelasnya.
Hal senada juga di utarakan Mulyadi seorang peserta PSP3 yang baru ikut di tahun 2018 ini dan bertugas di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati. Menurutnya hal pertama yang di lakukan adalah berpartisipasi dulu bersama masyarakat sambil mengggali informasi atas potensi apa yang mungkin selama ini terhenti di jalankan, di samping memberikan kreasi-kreasi di masyarakat atas potensi desa, serta mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan di desa tersebut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.