PUBLIK

Sukamta Tekankan 3 Hal Kegenerasi Muda

INFOTANAHLAUT.COM-Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, pemuda harus mempersiapkan diri untuk bisa membangun daerah, akan tetapi untuk bisa melewati rintangan maupun godaan harus bisa menjauhi alias tidak mendekati 3 hal yakni pernikahan dini, sek bebas dan napza, demikian di utarakan bupati Tala H.Sukamta, Kamis (23/8) di gedung Diklat Loka Bina Praja Jalan Hutan Kota Pelaihari saat membuka Ajang Kreativitas Generasi Berencana Kabupaten Tanah Laut.
Tema dalam kegiatan tersebut yakni Sakulah, Kuliah, Sarjana, Bagawi, Hanyar Kawin di ikuti 100 orang pelajar putra dan putri, tingkat SLTA, dimana mereka yang terangkul dalam Pusat Informasi Konseling (PIK) di 11 kecamatan. Dalam PIK sendiri paling banyak ke anggotaanya di Kecamatan Pelaihari, Jorong dan Bajuin, sementata kecamatan lainnya mengutus 8 orang pelajar.
Pada kesempatan itu, Ir. Hj. Mila Rahmawati, Ms selaku Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKN provinsi Kalsel, Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtara dan Kependudukan (FAPSEDU), Duta Genre Kalsel Sukma Jaya dan Mayada Putri duta Genre Kalsel selaku nara sumber kegiatan.
Pada pembukaan, Bupati Tala H.Sukamta merasa bangga dan senang. Sukamta menyebut dalam Genre wakili Kalsel tingkat nasional. Program KB sasaran utama adalah generasi muda, bukan pada pasangan usia subur.
“Usia subur itu bisa di kendalikan. Ajang ini jadi langkah yang penting, yang menjadi perpanjangan pemerintah daerah dari DPK2KBP3A,”kata Sukamta.
3 hal yang sudah di ketahui tersebut kata Sukamta sama sekali tidak memberikan manfaat. Seperti nikah dini apa memberi manfaat, yang sejatinya sekian tahun bisa kumpul dengan teman, tapi terbatas karena sudah punya keluarga sendiri.
Di paparkan Sukamta pula, kesiapan fisik, mental dan sosial untuk menikah mutlak di perlukan. Apalagi kelak punya anak, maka butuh kesiapan mental, perlu pengetahuan karena pasti ujung-ujungnya kelak punya anak selalu di titipkan ke orang tua atau neneknya. Perlu yang namanya pekerjaan untuk menghidupi anak, tidak semata hanya makan cinta. Jadi butuh makan, beli baju, semua perlu biaya.
Terjadinya perceraian karena pernikahan dini yang tanpa persiapan. Kalau sudah kerja artinya siap lahir batin untuk berkeluarga. Program KB bukan membatasi jumlah anak lahir, tapi merencanakan masa depan anak demi kualitas anak, salah satunya punya kompetensi untuk bisa bekerja.
Sementara itu, kepala Dinas P2KBP3A Tala Ir.Wiyanto dalam keterangan persnya usai kegiatan mengungkapkan, selain untuk silaturahmi dengan PIK juga untuk lebih mengakrabkan, juga bisa menumbuhkan jiwa kepemimpinan di usia muda.
“Angka pernikahan dini memang di Tala masih stagnan,”ucap Wiyanto.
Usai membuka kegiatan, Sukamta membubuhkan tanda tangan di atas papan nama sebagai komitmen bersama menolak 3 hal di mksud di Kabupaten Tanah Laut di atas media baliho ukuran besar yang di ikuti undangan lainnya.
Rangkaian pertemuan di lanjutkan dengan peresmian Rumah Dataku yang ada di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari. Rumah dataku adalah sebagai langkah pendataan kependudukan dan kesehatan reproduksi. Rumah dataku sendiri akan di bangun di semua kecamatan.
Pada kegiatan turut turut hadir ketua TP PKK Tala Hj. Nurul Hikmah Sukamta, ketua Gabungan Organisasi Wanit (GOW) Tala Yati Octaviana Abdi Rahman, Aisten 2 bidang ekokesrabang, Kepala Kemenag Tala, Biro Pusat Satistik (BPS) Tala, serta para Camat se Tala.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook