PEMKAB TALA

Survei Bersama Sebelum PT.DDU Tutup Tambang

INFOTANAHLAUT.COM-Kabarnya,perusahaan tambang batubara PT. Duta Dharma Utama (DDU) yang berada di Desa Sumber Jaya Kecamatan Kintap dalam 1 atau 2 tahun mendatang bakal tutup operasional,dan sejalan dengan hal tersebut telah dilakukan survei bersama-sama pihak perusahaan,Pemerintah Kecamatan Kintap dan Bappeda Tala. Hal tersebut lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan pertambangan batubara yang akan memasuki tutup operasional.
Camat Kintap Sutarno,Sabtu (5/08/2018) kemarin mengatakan,proses survei untuk persiapan tutup operasional dengan mengamati lokasi tambang sudah dilakukan di penghujung bulan Juli kemarin.
“ini merupakan proses biasa sebagai tahapan penutupan tambang,dan harapan kedepan dalam tahapan yang dilakukan melakukan prosenya sesuai dengan tahapannya,namun yang tidak kalah pentingnya adalah manajemen perusahan menyelesaikan kewajiban dengan karyawan sesuai Peraturan Kementerian Tenaga Kerja jika kelak adanya PHK,”ucap Sutarno.
Ia menambahkan,selama belum di putuskan hubungan kerja karyawan dengan perusahan,karena masih dalam tahap awal sebelum pemutusan kerja belum terjadi maka semua harus di persiapkan manajemen perusahaan.
Kabid ekonomi dan SDA pada Bappeda Drs. H.Akhmad Jayadi.M.Msi yang ikut waktu itu mengatakan,surat permohonan PT. DDU belum di ajukan,atau disposisi ke Bappeda tahun 2018.
“Memang PT.DDU sudah melakukan ekpose awal rencana tutup tambang,namun dokumen pasca tambang yang belum rampung karena rekomndasi daerah masih dalam proses,”katanya.
Jayadi menambahkan,Perusahaan akan tutup tambang tahun 2020. Saat ini repegitasi (penanaman) di lahan bagian atas berupa kelapa sawit,padahal saran dari Dinas Kehutanan adalah tanaman buah itu belum dilakulan disamping tanaman keras dengan tujuan untuk memulihkan kembali lingkungan seperti tanaman Sengon. Perusahaan juga perlu perannya memfungsikan program Coorporate Social Responsibility (CSR) secara maksimal membantu masyarakat di ring 1 sekitar tambang,”jelas Jayadi.
Lebih lanjut di jelaskan Jayadi,ada tenggang waktu,tapi di kehendaki tidak lama,karena ada pinjam pakai kawasan, pendek kata masuk kawasan hutan masih belum di penuhi,karena memang dari Tata Ruang masuk sebagian dalam kawasan hutan. Selain itu surat permintaan data hasil peninjauan lapangan,koordinat pinjam pakai,aset dan CSR kemasyarakat yang harus di penuhi perusahaan.
Keberadaan PT.DDU sendiri kemungkinan 1 tahun atau 2 tahun kedepan baru benar-benar tutup operasional tambang. Operasi awal sejak bulan Juni 2016,dan masih 1 tahun kedepan lagi masih jalan. Namun dalam waktu 1 atau 2 tahun sebelum tutup operasional tambang harus di mulai proses tahapannya.
Bicara soal penutupan tambang kelak akan membawa dampak bagi karyawannya. Meyikapi hal tersebut maka perusahaan terhadap karyawannya berkewajiban memenuhi hak karyawan. Menurut Maria Ulfah,S.Psi selaku Kabid Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Laut saat di konfirmasi mengatakan,perusahaan harus menyampaikan surat pemberitahuan terkait rencana close (Tutup) project,sekaligus rencana PHK terhadap karyawanya,baik Pegawai Tetap maupun Pegawai Kontraknya sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada pasal 164 ayat 3,di sebutkan bahwa perusahaan berkewajiban memberikan pesangon,uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.
“Untuk formulasinya merujuk pada pasal 156 UU nomor 13 tahun 2003,”tutup Maria.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook