POLRES TALA

Suyatno Sipenjual Gaduk Diberikan Pembinaan

INFOTANAHLAUT.COM- Terhadap Suyatno (27) warga Desa Ambungan Rt 4/1 Kecamatan Pelaihari yang kini di berikan pembinaan di Polres Tala karena ia sebagai penjual Alkohol merek Gajah Duduk (Gaduk) dengan beragam ukuran botol dan kandungan alkohol mulai dari 70 persen sampai 95 persen, mulai dari ukuran 100 mg sampai 300 mg, Suyatno pun dalam pengawasan. Selain menjual alkohol ia juga menjual sejumlah obat keras lainnya. Kepadanya oleh unit Shabara Polres Tala pun di berikan pembinaan.
Selain pembinaan, kepada Suyatno juga di minta untuk tidak lagi menjual alkohol dan sejumlah obat-obatan keras lainnya lewat surat pernyataan di atas materai Rp 6.000. Alkohol yang di jual Suyatno sendiri selanjutnya banyak di gunakan sebagai miras olposan namun juga bisa membuat mabuk setelah di campur dengan beberapa bahan-bahan lainnya.
Awalnya, unit Shabara Polres Tala menerima laporan dari masyarakat karena Suyatno menjual barang-barang dimaksud. Saat di datangi oleh unit Shabara Jum’at (2/11/2018) lalu ke rumahnya, Suyatno melarikan diri. Sejumlah barang-barang dimaksud pun di bawa ke Polres Tala. Namun pada malam harinya sekitar pukul 19.15 wita, Suyatno datang ke Polres menyerahkan diri.
Wakapolres Tala Kompol Ade Nuramdani, Rabu (14/11/2018) mengatakan, kepada Suyatno di berikan pembinaan, dan ia hanya di berikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
“atas kasus Suyatno ini dalam waktu dekat bersama Pemkab Tanah Laut mengadakan rakor agar ada payung hukum mengenai hal yang menyangkut Tipiring, karena memang seperti yang dilakukan Suyatno meresahkan masyarakat utamanya bagi generasi muda,”kata Ade.
Alkohol 95 persen isi 300 mg sebanyak 83 botol, alkohol 95 persen isi 100 mg sebanyak 87 botol dan alkohol 70 persen isi 100 mg sebanyak 3 botol. Suyatno menjual alkohol 95 persen isi 300 mg seharga Rp 60.000. Isi 100 mg seharga Rp 25.000, dan isi 100 mg kandungan 70 persen seharga Rp 15.000.
Keuntungan Suyatno dalam menjual alkohol kandungan 95 persen isi 300 mg sebesar Rp 22.500, kandungan 95 persen isi 100 mg sebesar Rp 8.400 dan kandungan alkohol 70 persen isi 100 mg sebesar Rp 22.500.
Suyatno saat di Polres Tala mengakui, jika semuanya laku maka keuntungan bisa mencapai Rp 7 juta. Yang beli rata-rata orang dewasa untuk campuran minuman keras oplosan dengan Kuku Bima campur air putih supaya bisa fly atau mabuk.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook