PUBLIK

Syarat Paling Utama Niat Untuk Membayar

INFOTANAHLAUT.COM-Setelah bupati Tala H.Sukamta mengajak warga di Kabupaten Tanah Laut dengan salah satu program dari visi dan misinya yakni pinjaman modal untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) atau usaha kecil lainnya lewat program Gerakan Peningkatan Usaha Rakyat Melalui Kredit Tanpa Bunga dan Rente Bagi Ekonomi Lemah (Gapura Karomah), kini tercatat ada ratusan berkas yang sudah masuk ke bidang koperasi pada Dinas Keperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Tala.
Kabid koperasi Totom Wahyudi pada Diskopdag Tala, Senin (25/11) mengungkapkan, sudah ada 700-an berkas pinjaman yang masuk, rata-rata pinjaman Rp 5 juta, sebagian di atas Rp 5 juta rupiah.
“Syarat paling utama adalah niat untuk membayarnya kembali. Syarat lainnya yakni minimal 6 bulan usahanya berjalan dan berkelompok, pinjaman tidak bisa perorangan melainkan ada Kelompok Usaha Bersama (KUB),”katanya.
Dalam pertanggung jawaban terhadap dana yang di cairkan ke UKM tentulah ketua kelompoknya, pasalnya ketika nanti seumpama macet dalam pembayaran, maka di minta pertanggung jawabannya ketua kelompok. Diskopdag sendiri tetap memberikan pembinaan agar supaya pinjaman tepat usaha.
“Pembinaan kepada usaha kecil di berikan, contoh ketika mereka akan meminjam, jangan sampai nantinya saat pinjam Rp 5 juta, lalu di berikan hand phone, kan ini sudah lepas,”terang Totom pula.
Dalam program pinjaman nol persen ini sendiri ada melibatkan 5 SKPD, sehingga pengajuan pinjaman pun tergantung usaha. Jika sebelumnya ada usaha pertanian, maka pengajuannya pun ke dinas terkait dan setelah di verifikasi dinas yang bersangkutan maka berkas pengajuan di serahkan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Menurut Totom, pada Diskopdag maupun SKPD lainnya punya tim tehnis yang bertugas melakukan survei ke peminjam modal. Salut buat Uber Rejeki sebagai organisasi yang mengakomodir keberadaan PKL, karena mereka juga selektif dalam pengajuan pinjaman nol persen bagi anggotanya yang kini sudah sebanyak 600-an anggota.
“Karena ini menyangkut pinjaman yang harus di kembalikan, makanya mereka bukan membedakan usaha kecil, namun menilai keseriusannya, karena yang bertanggung jawab ketua kelompoknya,”jelas Totom.
Dalam program pinjaman nol persen tanpa agunan, Pemkab Tala telah menganggarkan sebesar Rp 10 milliar di tahun 2019, dan sesuai dengan kesepakatan KUA PPAS maka akan kembali di tambah sebesar Rp 22, 5 millar di tahun 2020 mendatang.
Bupati Tala H.Sukamta saat di konfimasi mengatakan, dalam penyaluran dana ke BPR sendiri cukup melalui Peraturan Bupati (Perbup), di samping sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 52 tahun 2012, dimana untuk investasi langsung hanya dengan Perbup bukan dengan Perda.Tung

1
50%
like
0
0%
love
1
50%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook