PERTANIAN & BUDIDAYA

Tak Jauh Beda Sama Punya Brebes

INFOTANAHLAUT.COM-Petani bawang merah yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Jaya Makmur di Dusun Jayau Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari, Rabu (10/7) panen bawang merah di hamparan lahan seluas 3 hektar. Tanaman bawang merah produksi Dusun Jayau ternyata tidak jauh beda dengan bawang merah dari kota Brebes Provinsi Jawa Tengah.
Lahan yang panen bawang merah di Dusun Jayu merupakan penangkaran bawang merah, di mana selanjutnya oleh petani bawang bersama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Tala dan di serahkan sejumlah bantuan dari Pemkab Tanah Laut kepada Poktan Jaya Makmur seperti, kendaraan angkutan pertanian roda tiga, bibit bawang merah unggul, bibit cabe, obat-obatan dan pupuk.
akan terus di kembangkan di daerah lain, utamamya lahan-lahan tidur milik warga.
Selama kurun waktu 70 hari saat awal di tanamnya bawang merah, kemarin panennya dilakukan langsung bupati Tala H.Sukamta bersama Kadistanholbun Tala Ahmad Mustahdi dan dari Distanholbun provinsi Kalsel, dan sekaligus dilakukan temu lapang bupati, kadistanholbun serta petani bawang.
“Setelah di rasa satu biji memang rasanya kurang pedas dan bawang merah ini cocok untuk campuran makanan lalapan,”ucap Sukamta dalam temu lapang.
Sukamta usai temu lapang bersama petani bawang mengatakan, ini sebagai salah satu usaha dari Pemkab Tala bersama petani bawang karena beberapa waktu lalu terjadi kenaikan harga bawang merah yang tidak terkendali, sehingga sempat menimbulkan sebuah keguncangan pasar, nah maka penangkaran bawang merah inilah usaha-usaha untuk selanjutnya bibit-bibit bawang merah akan di kembangkan di lahan kurang lebih 30 hektar, dan akan terus di kembangkan.
Sukamta menambahkan, Tanah Laut pada akhirnya bisa memproduksi sendiri bawang merah, dengan demikian tidak akan terjadi lagi yang namanya fluktuasi harga atau tidak terkendali. Diakui, selama ini yang selalu menjadi masalah distribusi pada komunitas 9 bahan poko adalah bawang merah dan bawang putih. Di contohkan, saat terjadinya gangguan disrtibusi bawang merah ke Kalsel pada saat gelombang air laut tinggi, maka jelas menjadi sebuah masalah.
Di tempat yang sama, Kadistanholbun Tala Ahmad Mustahdi mengungkapkan, pengembangan bawang merah sudah sejak tahun 2017 sampai sekaramg, dan tiap tahun terjadi perkembangan.
“Potensinya cukup besar sekali, salah satunya di Dusun Jayau ini, dimana hasil penangkaran bawang merah akan kembali di kembangkan di lahan seluas 30 hektar. Di tahun ini ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi besar yanki Kecamatan Pelaihari, Batu Ampar, Takisung, Panyipatan. Secara budidaya pengembangannya sangat bagus, oleh karenanya Distanholbun mendorong petani bawang merah karena hasilnya sangat menjanjikan,”jelas Mustahdi.
Melihat pada hasil panen di penangkaran bawang merah, Gunawan salah seorang anggota Poktan Jaya Makmur mengungkapkan, tidak selalu dalam umur 2 bulan panen, di umur 55 hari bawang merah bisa di panen, hal itu di karenakan kondisi tanah di Kalimantan cukup panas, sehingga bisa lebih cepat di bandingkan dengan lahan di Jawa, dan yang panen sekarang pada umur 55 hari.
“Gangguan hama di musim kemarau adalah hama ulat Grayak, dan untuk menanggulanginya menggunakan insektisida Indone, namun pada saat musim hujan serangan hama lain cukup mengkhawatirkan, utamanya ulat Muler karena kelembaban tanah sangat luar biasa. Untuk pupuknya sendiri tidak ada masalah dan menggunakan pupuk Ponska, SP 36 dan Yaramila
Pasca panen bawang merah, lahan di Dusun Jayau akan kembali di tanami tanaman lain seperti cabe dan tomat. Obsesi Pemkab Tala melalui dinas terkait menjadikan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra bawang merah, hal itu di dukung oleh kuntur tanah yang cocok untuk pengembangan tanaman bawang merah. Dalam pengembangan bawang merah juga tidak ada istilah zonasi-zonasi atau pada wilayah tertentu, tapi dilakukan pada permusim di kecamatan mana saja.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook