PEMKAB TALA

Tala Ditantang Sukseskan “Sikomandan”

INFOTANAHLAUT.COM-Peluang sangat besar dan di butuhkan kerja keras di jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut,pasalnya oleh Kementerian Peternakan dan Kesehatan Hewan RI sudah menunjuk Kabupaten Tanah Laut satu-satunya Pemerintah Daerah di Kalsel sebagai penerima program SIKOMADAN (Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negara),atau dulu bernama SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) yang di mulai dari tahin 2017 lalu hingga sekarang yang berganti nama.
Tidak main-main Kementerian Peternakan dan Kesehatan RI dalam meluncurkan program Sikomamdan tersebut,dengan jumlah ternak sapi mencapai 45.000 ekor,jauh dari program Siwab yang hanya 15.000 sampai 16.000 ekor sapi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala Suharyo,Kamis (30/1) mengungkapkan,ini pekerjaan besar yang di butuhkan kekuatan besar pula oleh personel-personil pada dinas terkait.
Suharyo menambahkan,dalam 3 tahun berturut-turut Kabupaten Tanah Laut mendapatkankan penghargaan,karena sampai pada jumlah komoditas ternak sapi dari 15.000 ekor sampai 16.000 ekor yang harus bunting.
“Tahun 2020 dapat kepercayaan sebanyak 45.0000 ekor sapi, peningkatannya sangat signifikan. Kabupaten lain di Kalsel di handel dari APBD 1 provinsi Kalsel.
Tala sendiri dari sumber dana program Sikomandan dari APBN,dan dengan target bisa melahirkan sapi sebanyak 30.000 ekor dalan 1 tahun,”papar Suharyo.
Program besar dari Kementerian Peternakan dan Kesehatan Hewan RI ini,Tala sebagai penyangga daging untuk kebutuhan ibukota negara di Kaltim.
Jika di tuangkan dalam anggaran, program Sikomandan mencapai Rp 25 milliar.
Dalam program tersebut mencakup pelayan gratis bagi peternak,kawin suntik,pengobatan kesehatan hewan,pemeriksaan hewan,dan biaya operasional penyuluh.
Saat ini ada sebanyak 30 orang tenaga penyuluh,yang di back up petugas inseminator,petugas kebuntingan,dan petugas paramedis.
Suharyo menyebutkan,pada bulan Februari sudah mulai kegiatan,karena lounching Sikomandan sudah dilakukan di Kemeneterian Peternakan dan Keswan saat Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020 di Hotel Bidakara Jalan Gatot Subroto Jakarta,dan untuk Kalsel terbesar Tala yang dapat dari APBN.
“Pemrintah Daerah di harapkan bisa pinjamkan sarana operasional angkutan sapi,karena ada juga bantuan dari PT.Arutmin Indonesia yang bantu mobil operasional untuk Sikomdan,”kata Suharyo pula.
Saat sekarang yang namanya ternak sapi sudah sampai kemanan-mana,hingga sampai ke masyarkat di kawasan pesisir.
Menurut Suharyo lagi,di Kecamatan Bati-Bati,Tambang Ulang dan Kurau di handel Poskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) yang ada di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau.
“Ada 2 komoditas yang akan di angkat,yakni itik walau tidak masuk program Sikomandan. Pada Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur yang nantinya di jadikan sentra itik,karena sekarang masih dalam pendataan dan pendataan yang di back penyuluh hingga sampai pasca panen. Keberadaan Poskeswan sendiri untuk mendekatkan sentra itik,karena kini ada 1 orang dokter hewan di siagakan di Poskeswan Maluka Baulin,di tambah 1 orang sarjana Peternakan,dan 2 orang lulusan SPP Snakma yang saling koordinasi dengan penyluluh,”tutup Suharyo.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook