TOKOH

Tala Kehilangan Tokoh Pendidikan

INFOTANAHLAUT.COM- Hasbullah Mahlan (66) siapa yang tidak kenal dengan sosok tokoh pendidikan kebanggan masyarakat Kabupaten Tanah Laut, Selasa (23/1) pagi sekitar pukul 08.00 wita menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Borneo Citra Medika Pelaihari.
Derita selama 6 tahun mengidap gagal ginjal yang harus di pikul almarhum, dan seiring dengan vonis gagal ginjal tersebut maka otomatis selama 6 tahun pula proses cuci darah harus di tekuni almarhum.
Sebagai tokoh pendidikan di Kabupaten Tanah Laut, dari segurat catatan yang pernah tersimpan rapi di file memori almarhum, almalhum merupakan salah satu personil yang terlibat dalam embrio pendirian Polteknik Negeri Tala, tepatnya di era bupati Tala Drs.H.Adriansyah atau biasa di sapa Aad.
Almarhum termasuk salah satu figur yang dengan gigih bersama Aad kala itu berobsesi agar di Kabupaten Tanah Laut harus ada perguruan tinggi.
Di era itu pula almarhum memang masih menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Tanah Laut.
Urusan bolak-balok Jakarta-Pelaihari menuju Kementerian Pendidikan di tekuni almarhum, karena saat itu pula bupati Aad memberikan mandat kepada almarhum untuk bisa beridirinya perguruan tinggi di daerah.
Perjuangan bersama jajaran lain pun membuahkan hasil, Kementerian Pendidikan memberikan lampu hijau untuk berdirinya perguruan tinggi di daerah, dan di tahun 2009 lalu berdirilah perguruan tinggi, dan hingga kini perguruan tinggi bernama Polteknik Tala dan telah berstatus negeri.
Perjalan sang waktu, almarhum pun pensiun dari kepala dinas pendidikan, namun membawa kesan pensiun telah dapat meninggalkan perguruan tinggi untuk di kembangkan selanjutnya oleh pejabat-pejabat baru.
Sebagai tokoh pendidikan, pada pertengahan tahun 2017 silam almarhum adalah salah satu tokoh pertama yang menentang keras adanya prosesi Dies Natalis dan Wisuda Sarjana Politeknik Negeri Pelaihari yang di langsungkan di sebuah hotel mewah di kota Banjarbaru.
“kenapa harus di luar kota, selain biaya sewa gedung mahal, belum lagi para orang tua yang datang dari jauh, kenapa tidak di langsungkan di Pelaihari sendiri yang jauh lebih murah, sebagai salah satu pendiri Poltek Tala jelas sangat kecewa,” ucap almarhum.
Menurutnya pula, kalau alasan karena tidak mampu menampung sarjana yang di wisuda sekitar 300-an orang, maka idealnya di buat panggung terbuka.
Namun bagi jajaran Dirut Poltek saat itu punya alasan lain, yakni agar kampus Politeknik Negeri Tala ini bisa di kenal sampai keluar, tidak semata hanya di Tanah Laut.
Sebagai seorang yang suka bekerja, masa pensiun pun bukannya untuk istirahat di rumah, namun justru berkecimpung sejak awal berdirinya ormas Nasional Demokrat di Tanah Laut hingga menjadi parpol yang bernama partai Nasdem, dan almarhum sendiri menduduki jabatan Ketua Dewan Pakar.
Saat pensiun itulah, almarhum mengidap gagal ginjal. Prinsip almarhum sendiri tidak ingin terlalu terlena dengan vonis gagal ginjal tersebut, untuk itulah aktivitas di parpol menjadi pilihan kesibukannya hingga tutup usia.
Bahkan di penghujung tutup usianya, almarhum di percaya bersama rekan separpol lainnya mendapat kepercayaan sebagai panitia penerima pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Tala 2018-2023.
Sebagai seorang yang tidak perokok, almarhum sering melakukan dialog-dialog materi apa saja bersama rekan se parpol, kadang terjadi perdebatan yang cukup menjadi tontonan yang menarik. Bahkan kadang pula sering memberi masukan-masukan kepada pengurus tertang hal apa saja, terlebih terkait program kerja parpol.
Tidak semata hanya rekan separpol, bersama tokoh masyarakat lainnya dan masyarakat biasa, almarhum pun sering berdialog, dan masih banyak pengalaman almarhum dalam kegiatan lainnya ke masyarakat.
Dalam perjalanan waktu dan faktor usia, kondisi almarhum nampak mulai drop dalam pekan terakhir.
Allah SWT barangkali sayang dan punya rencana lain kepada almarhum, dalam derita gagal ginjal namun masih aktif berorganisasi, baik sumbang pikiran maupun pengorbanan waktu dan fisik, Suasana rumah duka sendiri yang berada di jalan A Yani Rt 3 Kelurahan Angsau ramai di kunjungi orang. Mulai dari kalangan guru, siswa sekolah, kepala dinas dan tokoh parpol lainnya guna memberikan doa terakhir kepada almarhum. Sejumlah karangan bunga turut berduka pun datang dari berbagai kalangan di rumah almarhum.
Selepas solat ashar, jenazah almarhum di makamkan di pemakaman Muslimin Angsau. Selamat jalan kaka Hasbullah, perjuanganmu akan kami teruskan. Semoga husnul khotimah saat berhadapan dengan penciptamu.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook