PEMKAB TALA

Tala Peringkat 1 Nasional Dalam Penyaluran KUR

INFOTANAHLAUT.COM-Kementetian Koordinator Bidang Peeekonomian RI melalui siaran Persnya nomor HM.4.6/162/SET.M.EKON.2.3/12/2019, tertanggal 19 Desember 2019, tentang Penghargaan KUR 2019,merupakan reward dari Pemerintah Pusat kepada sejumlah daerah di Indonesia,termasuk salah satunya di luar pulau Jawa yakni pulau Kalimantan yang hanya satu-satunya peringkat 1 di raih Kabupaten Tanah Laut dalam hal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahuh 2019.
Penyerahan penghargaan KUR di gelar di Graha Sawala Kemenko Perekonomian Gedung Ali Wardana lantai 1 Jalan Lapangan Banteng Timur nomor 2-4 Jakarta Pusat,Rabu (18/12) malam kemarin.
Penghargaan di terima bupati Tala H.Sukamta. Tidak saja Kabupaten Tanah Laut,ada beberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dan Bali serta NTB yang juga serupa mendapatkan reward dari Kementerian terkait penyaluran KUR.
Dalam siaran pers tersebut,Pemerintah berharap,untuk meningkatkan sinergi, perluas akses keuangan dan pembiayaan bagi UMKM.
Pemerintah memberi penghargaan bagi penyalur,penjamin,Kanwil Ditjen Perbendaharaan,dan Pemerintah Daerah dengan kinerja terbaik dalam rangka penyaluran KUR.
Sepanjang tahun 2019,Tahun ini,PT Bank Nasional Indonesia (BNI) Tbk mendapatkan predikat sebagai penyalur KUR terbaik,sementara PT Jamkrindo di tetapkan sebagai Penjamin KUR Terbaik.
Dalam keynote speech-nya pada acara Penghargaan KUR 2019,Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,kebijakan pengembangan UMKM tersebut tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi langkah pemerataan ekonomi untuk segenap masyarakat Indonesia.
Pada perkembangannya,program KUR telah mengalami beberapa perubahan,baik skema maupun regulasi.
Salah satu perubahan yang telah di tetapkan baru-baru ini adalah penurunan suku bunga,terakhir di tahun 2019 sebesar 7 persen menjadi 6persen di tahun 2020 mendatang.
Kebijakan penurunan suku bunga tersebut di ikuti dengan target peningkatan volume penyaluran KUR sebesar 36 persen di bandingkan tahun 2019 menjadi Rp190 triliun pada tahun depan.
Selain itu,pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran KUR selama 5 tahun ke depan dengan target mencapai Rp 325 triliun di tahun 2024. Hal tersebut di dukung juga oleh peningkatan maksimum plafon KUR mikro dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur.
Total akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan juga naik dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta.
Semua perubahan kebijakan KUR ini akan berlaku sejak 1 Januari 2020.
Untuk kinerja program KUR sendiri, tercatat dari tahun 2015 hingga Oktober tahun 2019,KUR sudah tersalurkan kepada 18,3 juta debitur,atau sebesar 12 juta berdasarkan NIK,dengan total plafon sebesar Rp 460,62 triliun. Khusus untuk tahun 2019.
Pada tahun 2019,penyaluran KUR telah tercapai 90,9 persen dari target yang di tentukan sebelumnya atau Rp 127,3 triliun dari Rp 140 triliun.
Kinerja penyaluran KUR yang baik tersebut juga sejalan dengan terjaganya kualitas KUR yang tercermin dari tingkat rasio kredit macet (non performing loan/NPL) KUR sampai tahun 2019 ini sebesar 1,26 persen.
Melalui berbagai perubahan kebijakan KUR yang pro rakyat tersebut,Menko Airlangga mengharapkan bahwa akan semakin banyak UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal dengan mudah,murah,dan cepat.
Pencapaian positif pada program KUR ini tak terlepas dari kerja sama yang kuat antara para pihak yang telah mendukung KUR yaitu 12 Menteri dan Kepala Lembaga Teknis anggota Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM,seluruh Gubernur dan Walikota/Bupati serta jajaran pimpinan 548 Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang tergabung dalam Tim Monitoring dan Evaluasi KUR,33 Pimpinan Kantor Wilayah Perbendaharaan,44 Lembaga Penyalur KUR, dan 11 Lembaga Penjamin KUR.
“Sinergi antara pusat dan daerah,serta sektor publik dan swasta membentuk harmoni indah dalam pelaksanaan program KUR. Hal itu yang kemudian di wadahi oleh dukungan teknologi dan informasi melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang menjadi basis data dan membantu memastikan ketepatan sasaran program KUR,”ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga pun menyampaikan beberapa langkah pengembangan UMKM untuk masa yang akan datang. Pertama,perlunya peningkatan koordinasi antar kementerian/lembaga (K/L),untuk mengintegrasikan jenis-jenis pembiayaan untuk UMKM. Kedua,pemerintah daerah agar mengunggah data UMKM yang potensial di SIKP mengingat data yang di unggah baru 3,1persen dari debitur UMKM penerima KUR. Ketiga,K/L di harapkan dapat membuat petunjuk teknis pemberian KUR di sektornya masing-masing yang sejalan dengan Permenko tentang KUR, dan keempat,agar setiap K/L dan pemerintah daerah membuat program one village one product dengan pola pengelolaan secara cluster yang basis pembiayaannya menggunakan KUR khusus.
Pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja dan capaian dalam program KUR,sehingga UMKM dapat lebih maju lagi dan berdaya saing tinggi,”ungkap Airlangga.
Pemenang Penghargaan KUR 2019 tentu saja melalui proses penilaian yang dilakukan sebelumnya dilaksanakan oleh Tim Penilai,yang terdiri dari Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan sebagai Pengarah,Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagai Ketua,dan beranggotakan pejabat dari Kemenko Perekonomian,Kementerian Keuangan,Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri,serta pejabat terkait dari BI, OJK, LIPI, dan akademisi dari Universitas Indonesia.
Adapun kriteria penilaian yaitu terkait pemenuhan tugas-tugas terkait program KUR dan upaya pendukung penyaluran KUR sektor produksi.
Penetapan pemenang melalui penilaian aspek kualitatif,berdasarkan dokumen,presentasi,dan wawancara.
Kabupaten luar Jawa yang mendapat penghargaan Kabupaten Tanah Laut,Kabupaten Bangli,Kabupaten Sidenreng Rappang.
Di Kabupaten Tanah Laut sendiri, penyaluran KUR sepanjang tahun 2019 telah tersalurkan dana sebesar Rp 206 milliar rupiah lebih,dengan jumlah debitur sebanyak 7.757.
Bupati Tala H.Sukamta mengatakan, alhamdulillah Tala mendapatkan peringkat terbaik 1 ini. Tidak terpikir untuk mendapatkan reward ini,yang di pikirkan bagaiman masyarakat bisa berusaja lebih luas lagi,bisa mendapatkan akses permodalan yang mudah dan ringan,sehingga Pemkab Tala bekerja keras mengenalkan program KUR,baik melalui media, maupun lewat pertemuan-pertemuan langsung,utamanya melalui program Manunggal Tuntung Pandang di desa-desa.
“Tahun depan program KUR lebih di tingkatkan lagi,berakselerasi lebih cepat lagi,agar masyarakat dapat benar-benar tersentuh dengan KUR,”ucap Sukamta.
Sementara itu Kabag Perekonomian Pembangunan Setda Tala M.Yusran mengutarakan,Kamis petang (20/12) mengutarakan,terima kasih untuk dukungan SKPD terkait dan pihak Perbankan penyalur khususnya yang tergabung dalam Tim Monev KUR.
“Berkat kerjasama yang terjalin sangat baik selama ini terutama mengenai nformasi ke masyarakat mengenai Program KUR,”ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini yaitu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki,Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir,Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, para Direksi bank/lembaga penyalur dan penjamin KUR,serta para perwakilan Pemerintah Provinsi,Kabupaten/Kota yang menjadi pemenang,serta beberapa kepala SKPD di lingkup Pemkab Tala juga turut menghadiri.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook