PEMKAB TALA

Tala Raih Predikat B Soal Sakip

INFOTANAHLAILUAT.COM- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mendapat predikat B dalam hal laporan hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemda Wilayah II yang meliputi DKI Jakarta, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di 11 pemerintah provinsi dan 150 kabupaten/kota yang di kelompokkan dalam wilayah II.
Rabu (6/2/2019) di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, predikat B tersebut di terima langsung bupati Tala H.Sukamta dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin.
Dari hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemda wilayah II, Pemkab Tala memperoleh nilai 63,61 atau predikat B dengan rincian nilai, Perencanaan kerja 21,48, Pengukuran Kinerja 15,81 , Pelaporan Kinerja 9,94 , Evaluasi Internal 6,06 dan Capaian Kinerja 10,31.
Bupati Tala H. Sukamta pun mengaku bersyukur karena nilai hasil evaluasi akuntabilitas kinerja Pemkab Tala semakin meningkat, yang mana pada tahun 2017 lalu mendapat skor 60 dan tahun 2018 sudah meningkat menjadi 63,6.
“Poin sudah naik dan di targetkan tahun 2019 harus mendapat predikat BB,”kata bupati Tala.
Bupati Tala menambahkan, di RPMJD tahun 2020 telah memangkas 50 persen program yang tidak tepat sasaran guna mengoptimalisasi penggunaan anggaran.
“Berharap kepada kepala SOPD di Tala setelah dilakukannya Musrenbang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga membuat efisiensi dalam pembangunan dan anggaran” tutupnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di 11 pemerintah provinsi dan 150 kabupaten/kota yang di kelompokkan dalam wilayah II berhasil menghemat Rp 22,3 Triliun. Secara nasional, SAKIP tahun 2018 telah berhasil menghemat pemborosan anggaran sebesar Rp 65,1 triliun.
“Melalui SAKIP, paradigma kinerja pemerintah berubah, bukan lagi sekadar melaksanakan program kegiatan yang di anggarkan, namun bagaimana melakukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tersebut,”ujar Syafruddin.
Dikatakan Syarifuddin lebih lanjut, penerapan SAKIP memastikan anggaran hanya di pergunakan untuk membiayai program ataupun kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Penghematan anggaran terjadi dengan di hapusnya sejumlah kegitan yang tidak penting atau yang tidak mendukung kinerja instansi.(Mul)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook