PUBLIK

Tambang Emas Rambah Tahura

INFOTANAHLAUT.COM- Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam yang berada di Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap saat ini di dalam kawasan hutan sudah mulai di lakukan penambangan emas oleh sekelompok orang yang datang dari wilayah luar, seperti dari Tasikmalaya Jawa Barat, namun ada juga penambang dari lokal.

Kendati hanya sifatnya tambang rakyat, namun aktivitas penambangan emas di dalam kawasan hutan ini lambat laun jika di biarkan, di khawatirkan akan meluas dan merusak hutan, karena memang tehnik penambangan rakyat ini harus merubuhkan pohon-pohon agar bisa melakukan penggalian tanah yang di nilai mereka mengandung kandungan emas.

Beberapa waktu lalu, Infotanahlaut.com melakukan peninjauan ke Desa Riam Adungan yang berada di km 29. Perjalanan sejauh kurang lebih 10 km menyusuri jalan masuk kehutan, dan membutuhkan waktu selama kurang lebih 4 jam, karena akses roda empat jelas tidak akan mungkin bisa melewatinya.

Sepanjang perjalanan, bahkan di temui sudah ada di tepi jalan kayu-kayu jenis Ulin dalam bentuk plat dengan ukuran variasi, ada yang berukuran 1,5 meter dan sampai 2 meter.

Tiba di lokasi yang di tuju, sejumlah pekerja tambang emas saat melihat datang, sebagian lari, karena di kira aparat melakukan razia. Namun setelah berkenalan dan saling berdialog, mereka pun biasa saja bahkan menawarkan untuk menginap, mengingat jalan untuk pulang cukup jauh.

Salah seorang penambang, sebut saja Boy yang datang dari daerah Kecamatan Bajuin menuturkan, memang bekerja di tambang emas ini pun juga ikut orang, setelah sebelumnya pernah melakukan penambangan di daerah Bajuin.

“mengadu nasib dan hanya untuk kebutuhan hiduplah, makanya jauh-jauh dari Bajuin hijrah ke dalam hutan Riam Adungan, hasilnya barangkali juga harus ekstra kerja keras kalau mau dapat hasil yang lumayan,” terangnya.

Pola kerja mereka dalam menambang emas yakni dengan cara meruntuhkan tanah yang datarannya tinggi dengan menggunakan pola tembak air menggunakan mesin pompa. Sementara ada pula cara penambangan dengan menggali tanah dengan kedalamam belasan meter, plus di bantu dengan sebuah kompresor yang fungsinya memberikan udara ke dalam lobang untuk di salurkan dengan menggunakan plastik tranaparan layaknya pipa air yang ukurannya seperti sebuah lingkaran gelas kaca. Di dalam lobang galian sendiri bisa terdapat 2 atau 3 orang di dalamnya. Selain di bantu pasokan udara, juga di lengkapi lampu neon di dalam lobang galian.

Selama hampir 2 bulan lamanya mereka melakukan penambangan emas, dan merekapun mendirikan tenda-tenda untuk tempat tidur.

Bongkahan batu bercampur tanah itupun mereka kumpulkan dalam karung, untuk selanjutnya di pecah di sebuah tempat yang mereka sebut Tromol.

Menyikapi pertambangan emas tanpa ijin di dalam kawasan Tahura Sultan Adam ini, kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ir.Riyadi, Jum’at (6/10) tadi di konfirmasi mengatakan, terhadap tambang emas di Riam Adungan kita respon, dan memang dalam waktu dekat ada tim dari bank dunia akan melakukan pengujian atau survei di sejumlah titik.

“pengujian dilakukan terhadap adanya penggunaan bahan-bahan atau zat seperti mercuri oleh penambang emas, apakah tinggi penggunaanya atau rendah,”jelas Riyadi.

Ia menambahkan, para penambang emas ini memang sifatnya berpindah-pindah lokasi, jika di satu tempat mereka nilai tidak ada lagi kandungan emasnya maka pindah. Dengan kondisi demikian yang menjadi ke khawatiran adalah kerusakan lingkungan yang di akibatkan dari penambangan emas. Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook