PUBLIK

Tamu Misterius, Culik Komisioner KPU

INFOTANAHLAUT.COM- Dalam suasana hujan yang deras, kantor KPU Tala di jalan A Syairani di datangi 2 orang tamu laki-laki berbadan tegap plus kacamata hitam, Jum’at (9/2) sekitar pukul 10.00 wita. Mereka datang dengan menggunakn mobil double cabin warna hitam yang nampak kotor dan beberapa di bagian bodinya penyok.
Kedatangan mereka pun di sambut beberapa staf KPU lainnya, termasuk dari aparat Kepolisian yang ngepos di kantor KPU, yang sebelumnya juga mengisi buku tamu dan bersalaman satu sama lain.
Kedatangan dua orang ini untuk menemui ketua KPU Tala, namun saat itu ketua KPU Tala Kamaru Zaman tidak berada di tempat, dan hanya di layani komisioner lainnya di ruang kerja ketua KPU.
Selama kurang lebih 15 menit mereka datang dan berbincang di ruang kerja ketua KPU, tiba-tiba kedua laki-laki itu langsung menodongkan pistol sambil menyandera 2 orang perempuan, salah satu staf KPU dan satunya lagi komisioner KPU.
Aksi mereka pun membuat kaget semua orang yang ada di kantor KPU, dan membuat takut karena dua lelaki itu terus membawa dua wanita kedalam mobil bobel cabin plus mengacungkan senjata api jenis pistol.
Semua orang teriak, dan oleh anggota Polisi yang ngepos di kantor KPU pun mencoba untuk menenangkan, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan Polisi lebih mengalah untuk tidak menembakan senjata api, walau sempat terdengar beberapa kali letusan pistol dari dua lelaki tersebut.
Pelaku membawa kabur dua wanita tersebut, namun tetap dalam pengawasan dan pengejaran Polisi. Tiba di sebuah rumah kosong, pelaku membawa 2 wanita tersebut. Terdengar pula suara letusan-letusan senjata dari dalam rumah, namun Polisi yang sudah mengintai sejak kabur langsung melakukan koordinasi dengan Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto. Kabag ops pun koordinasi dengan Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan untuk dilakukan pengiriman pasukan anti teror Brimob dan Gegana Polda Kalsel.
Pasukan anti teror Brimob Polda yang di lengkapi persenjataaan pun datang dan melakukan pendobrakan terhadap rumah kosong, dengan sebelumnya memasang alat peledak di bagian pintu.
Upaya pelepasan sandera pun berhasil dengan selamat, dan pelaku dapat di lumpuhkan dengan anjing pelacak, namun saat pasukan anti teror hendak membawa sandera keluar rumah, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam rumah, karena memang banyak bahan peledak dalam rumah itu.
Untuk mesterilkan keadaan, tim Gegana Polda Kalsel menyisir rumah untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa. Akan tetapi saat melakukan pemeriksaan terhadap mobil dobel cabin, terdeteksi adanya sejumlah bahan peledak.
Tidak berapa lama, mobil dobel cabin pun meledak hebat karena membawa bahan-bahan peledak, namun sudah di antisipasi oleh tim Gegana.
Aksi penculikan tersebut merupakan simulasi dari Sispamkota Polres Tala dalam rangkaian pengamanan Pilkada di Tala 2018 di halaman stadion Pertasi Kencana Pelaihari.
Rangkaian lain dari simulasi ini mulai dari pencegatan oleh sekelompok orang di tengah jalan dengan menggunakan batang-gatang pohon kepada iring-iringan calon bupati. Kemudian aksi kebut-kebutan di jalan raya khsusunys di depan kantor KPU, masa kampanye oleh calon yang berakhir dengan keributan antar masa pendukung. Dilanjutkan dengan aksi orang mabuk di TPS, pencegatan kotak suara di jalan, kejar-kejaran dengan mobil, sampai pada ketidak puasan massa ke kantor KPU dengan hasil perolehan suara yang di anggap ada kecurangan.
Dalam aksi massa dalam jumlah yang cukup banyak, terpaksa harus menurunkan Pasukan Huru-Hara dari Brimob Polda, dan armada AWC serta anjing untuk menghalau massa.
Simulasi di hadiri langsung Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs.Rachmat Mulyana.
Kapolda dalam keterangan persnya usai simulasi menilai simulasi di Tanah Laut merupakan yang terbaik di Kalsel.
“Seharusnya Kapolres lain yang ada pilkadanya harus hadir, dan melihat Tanah Laut yang jauh lebih baik,” kata Kapolda yang di sambut aplaus.
Kapolda pun bangga, karena dalam siraman hujan tetap menjalankan skenario dalam simulasi yang justru lebih semangat.
Sebelumnya, dalam simulai terjadi insiden kecil, dimana salah seroang anggota Sabhara Polres Tala saat hendak menembakan senjata gas air mata untuk membubarkan massa, namun meletus dan tidak keluar, sehingga menimbulkan luka-luka di bagian tanganya, sementara pecahan peluru plastik tersebut bahkan mengenai badan Kapolda yang berada di atas panggung bersama pejabat Polda lainhya, namun tidak dalam keadaan yang mengkhawatirkan.
Simulasi juga di hadiri para pimpinan Parpol, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pejabat Polda Kalsel lainnya, serta pelajar. Dalam simulasi melibatkan lebih dari 500 personil.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook